SOROTAN MEDIA

Harga mobil listrik harus lebih murah dari mobil konvensional

Para perwakilan perguruan tinggi yang terlibat dalam studi komprehensif mobil listrik Kemenperin mengamati mobil Toyota Prius Hybrid Electric Vehicle (HEV) usai kegiatan pemaparan Laporan Akhir Fase-2 Riset Komprehensif Mobil Listrik dengan Melibatkan Perguruan Tinggi  di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Selasa (23/4/2019).
Para perwakilan perguruan tinggi yang terlibat dalam studi komprehensif mobil listrik Kemenperin mengamati mobil Toyota Prius Hybrid Electric Vehicle (HEV) usai kegiatan pemaparan Laporan Akhir Fase-2 Riset Komprehensif Mobil Listrik dengan Melibatkan Perguruan Tinggi di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Selasa (23/4/2019). | Fikri Yusuf /Antara Foto

Harga mobil listrik harus lebih murah dari mobil konvensional, atau setidaknya bisa bersaing, untuk bisa menarik minat masyarakat membelinya. Demikian menurut pengamat transportasi Darmaningtyas di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Ia menjelaskan, jika harga dan operasional mobil listrik tidak kompetitif, masyarakat takkan membelinya dan mobil listrik tidak bisa menjadi jawaban yang tepat untuk mendorong penghematan energi.

Selain itu, pengembangan kendaraan listrik di kampus-kampus, menurut Darmaningtyas, harus didukung oleh pemerintah.

Ringkasan

  • Kalau harga dan biaya operasional mobil listrik kompetitif, menurut pengamat transportasi Darmaningtyas, maka mobil listrik akan berkembang di Indonesia.
  • Ditinjau dari sudut ekonomi, nilai nominal mobil listrik saat ini adalah lebih mahal dibandingkan dengan mobil reguler.
  • Pengamat transportasi Darmaningtyas menyarankan pemerintah memfasilitasi pengembangan mobil-mobil listrik di kampus dengan mendirikan pabrik mobil listrik.
  • Jika membutuhkan bantuan dari pihak asing, perekrutan tenaga asing hanya sebatas dalam rangka proses transfer teknologi mobil listrik kepada ahli-ahli di Indonesia.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 3 pemberitaan, diikuti peringkat kedua suarasurabaya.net dan suara.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 01:00 hingga 19:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 2 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 60 interaksi, diikuti peringkat kedua suara.com dengan 30 interaksi. Selanjutnya antaranews.com dengan 4 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR