Harga rumah kecil melonjak, properti mewah bergairah

Foto ilustrasi properti rumah
Foto ilustrasi properti rumah | /ANTARAFOTO

Harga rumah tipe kecil dilaporkan melonjak dibandingkan kinerja properti residensial di pasar primer baik secara triwulan maupun tahunan dilaporkan melambat.

Hal tersebut terlihat oleh hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) triwulan II-2015 yang ditulis Okezone.com melalui rilis yang dikeluarkan Bank Indonesia, Kamis (13/8/2015).

Mengutip data BI, rumah tipe kecil mengalami kenaikan harga sebesar 2,60 persen (qtq). Atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,98 persen (qtq).

Sementara perlambatan kinerja penjualan tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan II-2015 yang tumbuh sebesar 1,38 persen (qtq) atau 5,95 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,44 persen (qtq) atau 6,27 persen (yoy).

Melambatnya kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan III-2015.

Lebih lanjut, Tribunnews.com melalui hasil survei yang sama, menyebutkan juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang.

Sebagian besar pengembang (62,57 persen) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR).

Sebanyak 72,20 persen responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil.

Meski demikian, di tengah lonjakan harga rumah tipe kecil, ternyata properti mewah dengan kisaran harga mulai dari Rp20 miliar per unit masih tetap bergairah.

President Director PT Tritunggal Agung Propertindo, Maya Miranda Ambarsari kepada Tempo.co menuturkan pasar di segmen mewah, terutama area Pondok Indah masih tetap kuat.

"Pasar di sana lebih menyenangi rumah-rumah yang baru dibangun dan lengkap dengan isi perabot. Orang yang punya daya beli tinggi ingin terima beres. Ibarat pindah tinggal bawa koper saja," tuturnya.

Oleh karena itu, Maya membeli sekitar 12 unit rumah di Pondok Indah dengan kisaran harga Rp20 miliar sampai dengan Rp50 miliar untuk dibangun ulang.

Adapun hasil penjualan menghasilkan keuntungan antara 10% hingga 20% dari modal.

Menurutnya, pasar mewah di salah satu area Jakarta Selatan tersebut memiliki kelas dan komunitas tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan daerah-daerah lainnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR