RINGKASAN SEPEKAN

Harga telur di tengah pecat di WhatsApp dan pembantaian buaya

Sejumlah foto dari artikel menarik pekan ketiga Juli 2018
Sejumlah foto dari artikel menarik pekan ketiga Juli 2018 | ANTARA /ANTARAFOTO

Ada satu kabar yang paling banyak menarik perhatian pembaca Beritagar.id sepanjang pekan ketiga Juli 2018, yakni soal pembantaian ratusan buaya di Sorong, Papua.

Motif di balik pembantaian yang dilakukan warga itu satu: balas dendam, lantaran ada seorang warga yang tewas diterkam hewan bergigi tajam ini. Namun, apakah aksi balas dendam itu setimpal?

Selain buaya, serentetan bonus tiba-tiba diberikan kepada Lalu Muhammad Zohri, setelah atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia IAAF U20 di Tampere, Finlandia.

Mulai dari bedah rumah, lapangan pekerjaan, perbaikan jalan di desa tempat tinggalnya, hingga modal usaha. Dari semua hadiah itu, apakah pemerintah pernah bertanya secara langsung apa yang sebenarnya paling dibutuhkan Zohri?

Selanjutnya juga ada kabar dari Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan dikabarkan memecat sekitar 20 pejabat di DKI, alasannya beragam. Tapi yang menjadi sorotan adalah caranya memecat hanya dengan melalui pesan singkat.

Padahal, dulu Anies kerap mengkritisi cara mantan Gubernur Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama yang dianggap tidak berperikemanusiaan saat memecat pejabat.

Di sisi lain, konsumen rumah tangga dan pedagang masih dipusingkan dengan harga telur ayam yang belum juga normal.

Kementerian Pertanian sudah menganalisis penyebabnya, salah satunya permainan spekulan. Pihaknya pun sudah memberi tenggat satu pekan supaya harga telur tidak dimainkan. Berarti, setidaknya pada Rabu (25/7/2018), harga telur sudah lebih kondusif.

Di Malaysia, ada tiga pria Warga Negara Indonesia (WNI) yang diringkus Kepolisian Diraja Malaysia karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Penangkapan dilakukan di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, ketiganya punya misi yang sama yakni menyebarkan paham kelompok radikal ISIS di Asia Tenggara.

Terakhir, kabar monopoli angkutan taksi di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, membuat Menteri Perhubungan mengancam akan mengambil alih bandara tersebut.

Bagaimana kisah selengkapnya, simak rangkuman kabar menarik sepekan dalam salindia di bawah ini.

Hadiah bertubi-tubi untuk Zohri

Sejak Lalu Muhammad Zohri berhasil merebut medali emas untuk kejuaraan lomba lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia IAAF U20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018), serentetan hadiah tak berhenti diberikan untuknya.

Pertama, tawaran untuk merenovasi rumahnya. Presiden Joko Widodo langsung menginstruksikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk merenovasi rumah Zohri sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.

Keluarga Zohri sempat merasa keberatan karena rumah tersebut merupakan peninggalan orang tuanya yang telah tiada. Namun, diceritakan Duta Besar RI untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman kepada CNNIndonesia.com, Zohri mengaku sedih atas penolakan tersebut.

Akhirnya, rumah itu pun tetap direnovasi dengan sejumlah kesepakatan. Di antaranya; bentuk rumah tidak boleh diubah, dinding harus tetap berbahan kayu, serta mempertahankan kesederhanaannya. Pengerjaannya mulai dilakukan pada Sabtu (14/7) dan dijadwalkan selesai dalam satu bulan.

Kedua, fasilitas desa. Jalanan di kampung Zohri tinggal akan turut dibenahi. Aksesnya akan turut dibangun berbarengan dengan pengerjaan rumah.

Selain itu, pemerintah Lombok Utara juga akan membangun lapangan atletik yang bakal diberi nama Lalu Muhammad Zohri.

Ketiga, uang tunai dan modal usaha. Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi memastikan, pihaknya akan menyerahkan modal usaha dan polis asuransi masing-masing senilai Rp100 juta.

Dan keempat, peluang kerja. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, dirinya membuka kesempatan Zohri untuk bergabung dengan TNI tanpa tes.

Satu nyawa manusia dibalas ribuan nyawa buaya

Ratusan bangkai buaya air tawar irian (Crocodylus novaeguineae) dan buaya muara (Crocodylus porosus) tampak bertumpuk di penangkaran milik CV Mitra Lestari Abadi (MLA), Sorong, Papua Barat, pada Sabtu (14/7/2018).

Mereka menjadi korban pembantaian oleh masyarakat setempat setelah seorang warga bernama Sugito tewas diterkam buaya pada Jumat (13/7) sekitar pukul 15.30 WIT.

Sugito tidak menyadari kegiatan membabat rumputnya itu telah diawasi oleh sepasang mata dari binatang buas yang mempunyai ukuran yang lebih besar darinya. Ia diserang dan spontan membuatnya berteriak mencari pertolongan. Usahanya tidak membuahkan hasil, Sugito tewas seketika.

Warga sekitar yang mendengar teriakan Sugito sudah berusaha secepat mungkin namun saat ditemukan, hanya ada tumpukan rumput dan Sugito yang sudah dalam keadaan bersimbah darah. Jenazah Sugito langsung dievakuasi oleh warga. Ditemukan luka gigit pada bagian tangan, kaki, leher, dan bagian kepala pada jasadnya.

Kejadian itu memantik dendam warga. Mereka marah lantaran sikap pengelola yang dinilai lalai dalam menjaga piaraannya hingga menewaskan warga.

Tidak hanya dibantai, sebagian besar masyarakat juga melakukan penjarahan anakan buaya berukuran 4, tambah Kepala BBKSDA Papua Barat, Basar Manullang.

Terkait insiden itu, polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran tersebut.

E Barmala, seorang warga setempat yang melihat peristiwa itu, mengatakan, aksi itu spontan dilakukan warga yang marah kepada pemiliknya karena membangun penangkaran buaya di kawasan pemukiman warga.

Penangkaran buaya milik Albert Siahaan itu berada di wilayah permukiman warga. Selain itu, batas antara penangkaran dengan ladang pertanian warga hanya berupa pagar seng, yang dianggap mudah dilewati buaya.

Yanu, warga lainnya yang turut dalam aksi tersebut mengatakan, aksi ini dilakukan agar tidak ada lagi korban jiwa berikutnya akibat buaya di penangkaran tersebut. Demikian dinukil CNN Indonesia (15/7).

Saat kejadian, warga leluasa masuk ke dalam penangkaran lantaran pintu penangkaran tidak dikunci oleh pemiliknya yang saat itu sedang tidak berada di tempat. Warga langsung mengejar sepasang buaya yang berukuran besar kira-kira sepanjang dua meter lebih.

Setelah berhasil ditangkap, warga kemudian mengikat dan menyeret buaya tersebut keluar penangkaran lalu beramai-ramai menikamnya hingga mati.

Buaya air tawar irian dan buaya muara termasuk dalam jenis hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7/1999.

Selain itu, mereka juga masuk dalam Daftar Merah IUCN (The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources), walau statusnya masih belum mengkhawatirkan.

Harga telur harus turun pada Rabu (25/7/2018)

Kementerian Perdagangan sudah membantah gejolak kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh aksi penimbunan.

Logikanya, telur ayam bukan barang tahan lama untuk bisa ditimbun dalam jangka waktu tertentu, jika pun bisa, maka dibutuhkan ongkos lebih untuk menahannya di dalam peternakan atau gudang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menduga kenaikan harga telur di pasar lantaran adanya peran spekulan yang ingin mengambil keuntungan dari tingginya permintaan pasca-Idulfitri.

Enggar pun memberi ultimatum kepada pengusaha telur untuk menurunkan harga telur ayam secara bertahap dalam jangka waktu satu pekan sejak Senin (16/7/2018).

Jika dalam tempo yang ditentukan harga telur belum berangsur turun, pemerintah mengancam akan menggandeng integrator untuk menyiapkan telur dan menggelontorkannya ke pasar dalam rangka intervensi pasar.

Tapi, jika berangsur stabil, pemerintah berjanji akan melakukan pengawasan pasar yang lebih ketat untuk komoditas telur.

Selain dugaan spekulan memanfaatkan kondisi harga telur yang tinggi pasca-Lebaran, Enggar juga menyebut tiga faktor lain yang memengaruhi kenaikan harga telur ayam.

Pertama, penurunan produktivitas dari ayam akibat penggunaan obat-obatan yang dikurangi.

Sejak 1 Januari 2018, Kementerian Pertanian secara resmi melarang peternak untuk menggunakan Antibiotic Growth Promoter (AGP) kepada ayam. Hal ini lantaran ada residu dalam antibiotik itu yang ternyata tidak baik bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.

Hal tersebut mengacu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan yang diteken pada 12 Mei 2017.

AGP adalah obat antibiotik yang biasa dikonsumsi ayam untuk menjaga daya tubuhnya dari penyakit. Namun, tanpa antibiotik ayam menjadi lebih mudah mati karena lebih rentan terkena penyakit.

Faktor kedua adalah cuaca ekstrem di sejumlah wilayah yang menjadi sentra peternakan ayam. Dan ketiga, penurunan suplai ke pasaran lantaran ada masa libur Lebaran.

Gaya pecat lewat WhatsApp ala Anies Baswedan

Sejumlah pejabat yang dicopot Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengadu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena diduga melanggar peraturan.

Menurut Asisten Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan KASN, Sumardi, saat dihubungi, ada sejumlah pejabat--dirahasiakan namanya--mengadu terkait pencopotan tersebut.

Sumardi menjelaskan, ada sejumlah prosedur yang harus dilalui saat akan mencopot seseorang dari jabatannya. Apalagi jika hukumannya berat.

Dalam pasal 7 ayat 4 Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil disebutkan, pembebasan dari jabatan adalah hukuman disiplin paling berat buat PNS.

Dalam pasal 23-31 aturan itu dijelaskan bagaimana prosedur pemanggilan, pemeriksaan, hingga penjatuhan hukuman disiplin. Jika PNS yang dijatuhi hukuman tak terima, pasal 32-42 aturan itu juga menjelaskan cara bagaimana proses banding bisa dilakukan.

Namun prosedur ini tak dipakai saat pencopotan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardhana.

Bambang mengaku tidak menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pencopotannya. Perintah untuk lengser itu justru datang lewat pesan instan WhatsApp.

"Saya enggak masalah dicopot jabatan, enggak masalah. Yang saya masalahkan selama ini saya belum terima keputusan gubernur yang asli, hanya saya di WhatsApp dipensiunkan," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/7/2018).

Karena lengser tanpa SK, Bambang bingung tak tahu harus kerja di mana. Bambang mengaku juga tidak mendapat kejelasan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Jadi saya kayak tahanan kota. Mau pergi, tetapi enggak bisa," ujar Bambang.

Masalah lain yang bisa timbul adalah soal pelelangan jabatan. Komisi ASN menyoroti menyampaikan jabatan baru bisa dilelang ketika sudah kosong alias tak ada lagi yang memegangnya.

Sedangkan jabatan yang dilelang Anies, sebagian besar masih ada dijabat. Beberapa di antaranya adalah Kepala Satpol PP yang masih dipegang Yani Wahyu dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang dijabat Andri Yansyah.

"Ya harus kosong di Undang-undang 5 Tahun 2014 tentang ASN dan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS," ujar Sumardi seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Anies merombak 20 pejabat, termasuk 5 wali kota dan 1 bupati. Menurut Anies, perombakan ini untuk penyegaran. "Kami harap mereka yang dilantik membawa kebaruan," kata Anies usai melantik mereka di Balai Agung, Kamis (5/7/2018).

Komisi KASN masih menyelidiki proses penggantian para pejabat ini. Mereka tengah memanggil dan melakukan klarifikasi kepada 16 pejabat yang dicopot Anies.

Pemerintah DKI Jakarta menilai pencopotan ini adalah mutlak hak prerogatif Gubernur. "Mau sekarang diberhentikan, satu-dua kepala daerah boleh-boleh saja," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Senin (16/7/2018) seperti dikutip dari detikcom.

Monopoli taksi bandara di Ahmad Yani, Semarang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan peringatan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) untuk segera mengatasi masalah monopoli taksi di Bandar Udara (Bandara) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Dugaan monopoli taksi di Bandara Ahmad Yani terungkap setelah penumpang pesawat bernama Nathalie kecewa lantaran diperlakukan kasar oleh salah seorang petugas bandara selepas mendarat dari Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (15/7/2019).

Nathalie menuliskan pengalamannya di Facebook. Ia menceritakan naik taksi Blue Bird yang melintas di depannya untuk pulang karena enggan menyeberang naik taksi bandara.

"Singkat kata, kami diberhentikan oleh seorang oknum di bandara dan membentak supir taksi Blue Bird dan membentak serta memerintahkan saya untuk turun dari taksi," tulis Nathalie melalui akun Facebook miliknya.

Nathalie sempat terlibat debat dengan petugas yang memberhentikan dan memaksanya turun dari taksi karena dia merasa tidak melakukan kesalahan pada pilihannya.

Setelah melayangkan keluhan langsung ke customer service di bandara, Nathalie ditawarkan tiga opsi solusi. Masing-masing tetap menggunakan taksi bandara, diantar keluar bandara dengan mobil Angkasa Pura I lalu melanjutkan naik taksi mana saja di luar area bandara, atau naik bus Trans Semarang.

Cerita Nathalie di Facebook sekaligus menjadi surat terbuka kepada Menhub Budi Karya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola bandara.

Ketika dikonfirmasi, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi memastikan akan bertindak keras jika kasus tersebut terulang lagi.

Ia mengatakan langkah untuk mengakomodir semua taksi masuk bandara merupakan respon manajemen AP I dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa bandara terhadap pilihan moda transportasi lanjutan di bandara, khususnya taksi bandara.

Langkah itu juga tindak lanjut manajemen dari banyaknya keluhan penumpang terkait tak adanya pilihan taksi bandara.

"Kami mewakili manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi AP I.

Tiga WNI ditangkap di Malaysia karena dugaan terorisme

Kepolisian Malaysia menangkap tujuh tersangka teror, tiga di antaranya warga negara Indonesia. Semua tersangka ditangkap dalam operasi yang digelar antara 12-17 Juli lalu di Terengganu, Selangor, Perak dan Johor.

Ketua Polisi Negara Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohd Fuzi Harun, dilansir melalui TheStarOnline, Kamis (19/7/2018), mengatakan tangkapan pertama adalah pria Indonesia berusia 26 tahun pada 12 Juli lalu.

Tersangka merupakan anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) dan pernah menerima pelatihan senjata di Bandung antara tahun 2015-2018. Fuzi mengatakan WNI 26 tahun itu memiliki istri warga negara Malaysia dan telah menyatakan sumpah setia pada NII di Bandung.

Tangkapan polisi kedua pun warga Indonesia berusia 27 tahun di Petailing Jaya pada 12 Juli. Dia disebut anggota IS/ISIS. Polisi menemukan 100 video dan 90 foto kelompok teror itu di telepon genggamnya.

Polisi meyakini tersangka teroris itu mempromosikan ISIS secara aktif via media sosial dan berencana bergabung di Suriah.

WNI ketiga ditangkap di Ipoh, Perak pada 14 Juli. Pria berusia 42 tahun yang bekerja sebagai buruh pabrik itu diduga memiliki keterkaitan dengan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

JAD diyakini sebagai dalam dalam beberapa teror di Indonesia, seperti teror bom diSurabaya, dan terkini di Polres Indramayu.

Penangkapan selanjutnya dilakukan terhadap seorang pria Malaysia berusia 42 tahun dan seorang wanita Malaysia berusia 24 tahun di Johor pada 16 Juli.

Pria Malaysia itu diketahui sempat berkomunikasi dengan pemimpin militan Muhammad Wanndy Mohamed Jedi asal Malaysia yang tewas di Suriah. Dia juga disebut sempat melontarkan ancaman serangan bom di Malaysia, Indonesia dan Filipina usai Idul Fitri.

Sedangkan si wanita Malaysia diketahui mengirimkan 42 ribu Ringgit kepada militan Muhammad Nasrullah Latif alias Abu Gomez asal Malaysia yang juga telah tewas di Suriah awal tahun ini.

Satu pria Malaysia lainnya yang ditangkap merupakan pria pengangguran berusia 34 tahun yang mengancam akan membunuh Yang di-Pertuan Agong, PM Mahathir dan Menteri pada Departemen Perdana Menteri Dr Mujahid Yusof Rawa. Dia menulis ancaman di Facebook karena memandang Raja dan pemimpin Malaysia sebagai thogut.

Terakhir, penangkapan dilakukan terhadap seorang pria Malaysia berusia 21 tahun di Masai Johor. "Dia berencana pergi ke Suriah untuk bertempur bersama militan IS lainnya," ucap Mohd Fuzi.

ISIS kian lemah kekuatannya di Suriah dan Irak sejak 2017 lalu. Prajurit ISIS dari berbagai negara kocar-kacir sehingga banyak yang pulang kampung, balik ke negeri asal, termasuk Malaysia, Filipina dan Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dikutip CNNIndonesia, mengatakan berdasar data intelijen pihaknya terdapat 800 orang yang bergabung dengan ISIS berasal dari Asia Tenggara. Sebanyak 400 di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Ryamizard mengatakan telah menggandeng Malaysia dan Filipina untuk melakukan kerja sama trilateral berpatroli di Laut Sulu. Kerja sama tiga negara itu bertujuan agar eks kombatan ISIS yang ingin memasuki ketiga negara tidak itu bisa leluasa mengembangkan jaringannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR