Hari ini aksi Bersih4 kembali lanjutkan tuntutannya

Demonstran membawa poster Najib Razak saat melakukan demonstrasi di Kualalumpur, Sabtu (29/8/2015).
Demonstran membawa poster Najib Razak saat melakukan demonstrasi di Kualalumpur, Sabtu (29/8/2015). | RITCHIE B.TONGO /EPA

Aksi menggoyang Perdana Menteri Malaysia Najib Razak rencananya bakal berlanjut Minggu (30/8/2015). Aksi yang diikuti puluhan ribu orang ini berlangsung mulai kemarin yang bertepatan dengan dengan gladi resik perayaan Hari Merdeka Malaysia yang ke-58.

Massa yang mengenakan kaos warna kuning ini kemarin tumplek blek di jantung kota Malaysia. Polisi setempat, demikian The Wall Street Journal, memperkirakan massa massa yang turun sekitar 25.000 hingga 30.000.

Aksi yang disebut Bersih4 ini menuntut Najib mundur karena dugaan aliran dana yang mengalir ke rekeningnya sebesar RM2,6 miliar atau sekitar Rp9,76 triliun dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). 1MDB didirikan pada 2009 dimana ia menjabat sebagai dewan penasihat. Lembaga ini mencoba membuat Kuala Lumpur menjadi sebuah pusat keuangan.

Para menteri kabinet Najib mengatakan tak ada yang salah dengan dana itu karena merupakan "sumbangan" dari orang-orang di Timur Tengah. Namun penjelasan itu membuat warga Malaysia murka.

Seorang demonstran mengenakan atribut Bersih4 saat melakukan demonstran menuntut PM Najib mundur. Aksi berlangsung Sabtu (29/8/2015).
Seorang demonstran mengenakan atribut Bersih4 saat melakukan demonstran menuntut PM Najib mundur. Aksi berlangsung Sabtu (29/8/2015). | FAZRY ISMAIL /EPA

Guardian menulis, aksi ini merupakan aksi keempat dan diharapkan menjadi aksi terbesar yang pernah dilakukan sebelumnya.

Sejumlah polisi tampak berjaga di sepanjang jalan yang dilalui demonstran yang masyoritas anak muda.
Salah seorang penyelenggara aksi, Maria Chin Abdullah, seperti ditulis BBC, meminta agar Najib Razak mundur secepatnya. "Kami sampaikan pesan bagi para anggota parlemen dan partai politik dan siapapun di parlemen, bahwa kami ingin diajukannya mosi tidak percaya untuk Najib," katanya.

Salah satu demonstran, Fathi Faruq (27), mengatakan, "Kami ingin terjadinya suatu evolusi, atau reformasi, agar politik Malaysia lebih matang dan maju."

Pemerintah Malaysia sendiri mengutuk aksi yang mereka lakukan itu. Pemerintah menyebut aksi ini ilegal. Bahkan mereka langsung memblokir situs Bersih.org yang digunakan untuk menggalang dukungan.

PM Najib dalam blognya mengatakan ia tak ingin adanya "provokasi," dan bahwa "apapun ketidak-sepakatan dan kesalah-pahaman di antara kita, Hari Merdeka tidaklah pantas digunakan sebagai panggung bagi sengketa politik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR