CAPIM KPK

Harta Firli Bahuri dan empat pimpinan KPK

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). | Nova Wahyudi /ANTARA FOTO

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih untuk periode 2019-2023, Firli Bahuri, tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp18,2 miliar per 29 Maret 2019. Angka ini yang paling tinggi di antara empat pimpinan terpilih lainnya, merujuk situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Pada saat melaporkan, Firli masih berstatus sebagai Deputi Penindakan KPK. Sebelumnya, ia berkarier di Kepolisian dan jabatan terakhir yakni Kapolda Sumatra Selatan, yang baru dilantik per 20 Juni 2019.

Harta Firli paling banyak yakni tanah dan bangunan, sejumlah Rp10,4 miliar. Tanahnya tersebar di empat lokasi di Bekasi seluas 1.299 meter persegi dan Bandar Lampung seluas 1.200 meter persegi yang terbagi di empat lokasi.

Firli juga memiliki lima kendaraan bermotor, yakni sebuah mobil Toyota Corolla tahun 2008 senilai Rp70 juta, satu unit Toyota LC Rado 27AT senilai Rp400 juta, satu unit mobil KIA Sportage senilai Rp140 juta, dan dua unit motor yani Vario dan Yamaha N-Max masing-masing senilai Rp2,5 juta dan Rp20 juta.

Selain itu, Firli juga memiliki harta kas dan setara kas sebanyak Rp7,15 miliar.

Di urutan kedua, tercatat Alexander Marwata dengan harta kekayaan mencapai Rp3,96 miliar per 27 Februari 2019. Alexander merupakan Wakil Ketua KPK periode 2015-2019. Sebelum berkarier di lembaga antikorupsi, Alexander merupakan hakim pengadilan korupsi di bawah Mahkamah Agung.

Sebanyak 77 persen dari total harta Alexander berupa tanah dan bangunan di dua lokasi di Tangerang Selatan. Total luas tanah di dua lokasi tersebut yakni 893 meter persegi dengan total luas bangunan 380 meter persegi.

Alexander juga memiliki empat kendaraan mobil dan motor serta sepeda senilai Rp414 juta yang terdiri dari satu uni mobil Toyota Rush Minibus (Rp150 juta), satu unit mobil Chevrolet Captiva (Rp250 juta), satu unit motor merek Honda Kirana (Rp4 juta), satu unit motor Honda Beat (Rp10 juta), dan satu sepeda senilai Rp500 ribu.

Selain itu, Alexander juga memiliki harta bergerak lainnya (Rp172,5 juta), surat berharga (Rp540,4 juta), dan kas atau setara kas (Rp796,7 juta). Ia juga memiliki hutang sebanyak Rp1 miliar.

Di urutan selanjutnya yakni Hakim Tinggi Pengadilan Denpasar Nawawi Pomolango yang tercatat memiliki harta sebanyak Rp1,89 miliar per 26 Maret 2019. Mayoritas hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp1,25 miliar yang terdapat di tiga lokasi di Bolaang Mongondow Utara dengan total las tanah 1.400 meter.

Harta Nawawi lainnya yakni satu unit mobil Toyota Kijang Innova senilai Rp300 juta, kas dan setara kas senilai Rp303 juta, dan harta lain Rp12 juta.

Di urutan keempat yakni Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Nurul Ghufron, yang tercatat memiliki harta sebanyak Rp1,82 miliar per 23 April 2018. Hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp1,165 miliar di tiga lokasi di Jember dengan total luas tanah yakni 997 meter persegi dan total luas bangunan yakni 355 meter persegi.

Nurul juga memiliki sebuah unit mobil Suzuki Ertiga senilai Rp150 juta dan satu unit motor beat senilai Rp11 juta. Harta lainnya yakni senilai Rp127,9 juta berupa harta bergerak dan Rp629,79 juta berupa kas dan setara kas. Nurul tercatat berhutang senilai Rp251 juta.

Urutan paling bontot yakni advokat sekaligus mantan komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lili Pintauli Siregar. Menurut data KPK, Lili tercatat memiliki harta senilai Rp780 juta per 31 Maret 2019.

Mayoritas berupa tanah senilai Rp420 juta yang tersebar di dua lokasi yakni Tangerang Selatan berupa tanah seluas 90 meter persegi dan bangunan seluas 46 meter persegi, serta di Deli Serdang yaitu tanah seluas 189 meter persegi dan bangunan seluas 36 meter persegi.

Lili juga memiliki satu unit motor Honda senilai Rp6 juta dan satu unit mobil Toyota Fortuner senilai Rp350 juta. Ada pula kas dan setara kas senilai Rp5 juta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR