Harta para miliuner naik Rp13.538 triliun, Jeff Bezos memimpin

Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos kini adalah orang terkaya di dunia, melampaui Bill Gates.
Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos kini adalah orang terkaya di dunia, melampaui Bill Gates. | Michael Nelson /EPA

Tahun 2017 telah usai. Saatnya para miliuner dunia menghitung keberhasilan bisnis mereka sepanjang 12 bulan lalu.

Menurut Bloomberg Billioner Index (3/1/2017) harta 500 orang terkaya di dunia pada akhir 2017 total bertambah sekitar US $1 triliun (Rp13.538 triliun), naik 23 persen, sepanjang 2017. Indeks Bloomberg tersebut diperbarui setiap hari usai penutupan bursa New York, Amerika Serikat.

Posisi teratas kini ditempati oleh CEO dan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut kini memiliki total aset senilai US $101 miliar (Rp1.363 triliun), naik US $1,54 miliar dalam setahun terakhir.

Selain memiliki 16 persen saham Amazon yang didirikannya pada 1994 dan kini bernilai lebih dari US $460 miliar, laki-laki berusia 55 tahun ini juga memiliki perusahaan penerbangan antariksa Blue Origin dan salah satu koran terbesar di Amerika Serikat, The Washington Post.

Bill Gates, yang selama 24 tahun selalu memuncaki daftar orang terkaya di dunia pada akhir tahun, kini duduk di peringkat kedua dengan aset US $92 miliar, bertambah US $203 juta dibandingkan awal tahun 2017.

Belakangan ini Bill Gates dan istrinya, Melinda, lebih banyak menghabiskan uang mereka untuk amal melalui Bill & Melinda Gates Foundation, yang fokus pada penanggulangan masalah kesehatan dan kemiskinan di dunia.

Sejak 1994 pasangan suami istri itu telah menyumbangkan sekitar US $34 miliar kekayaan mereka melalui yayasan tersebut.

Peringkat ketiga hingga kelima, berturut-turut ditempati oleh Warren Buffet (US $84,8 miliar/Berkshire Hathaway), Amancio Ortega (US $75,4 miliar/Zara), dan Mark Zuckerberg (US $74,8 miliar/Facebook).

Kelima orang terkaya di dunia tersebut--Bezos, Gates, Buffett, Ortega, dan Zuckerberg--mengumpulkan aset bernilai total US $428 miliar. Jumlah tersebut nyaris setengah dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai US $932,3 miliar.

Secara total, 500 miliuner di seluruh dunia tersebut, mengutip The Guardian, menguasai aset senilai US $5,3 triliun pada akhir 2017, naik dari US $4,4 triliun pada akhir tahun 2016.

Dari Indonesia, ada lima jutawan yang masuk 500 besar, dipimpin Budi Hartono (US $12,8 miliar), salah satu pemilik Grup Djarum dan pemegang saham mayoritas BCA.

Meningkatnya kekayaan para jutawan tersebut dikarenakan meningkatnya nilai pasar saham global yang luar biasa.

CNN mengabarkan pada akhir tahun 2017 indeks saham Dow Jones naik 25 persen, mendekati 25.000 pada saat penutupan dan menjadikan tahun ini yang terbaik sejak 2013. S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami tahun terbaik sejak 2013. Masing-masing meningkat 19 persen dan 28 persen.

Hal yang sama juga terjadi di pasar besar lainnya di dunia. Mengutip Nasdaq.com, Shanghai Composite Indeks naik 6,6 persen, begitu pula Hang Seng (36 persen) dan Nikkei (19 persen--tertinggi dalam 26 tahun). Sementara pasar-pasar di Eropa naik antara 7,6 persen hingga 12,5 persen.

Jurang kaya-miskin melebar

Bertambahnya kekayaan para miliuner tersebut juga semakin memperlebar jurang dengan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan di dunia.

Menurut laporan kekayaan global tahunan yang dirilis Credit Suisse yang dirilis pada November (h/t telesur), saat ini 50,1 persen kekayaan dunia (US $140 triliun) dikuasai oleh para jutawan yang hanya 1 persen dari penduduk dunia.

Angka ini menunjukkan jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar sejak krisis keuangan melanda dunia pada 2008. Saat itu 1 persen jutawan tersebut baru menguasai 42,5 persen kekayaan global.

Jumlah miliuner dunia (mereka yang memiliki aset minimal US $1 juta), menurut Credit Suisse bertambah 2,3 juta orang sepanjang 2017. Kini jumlah total miliuner di seluruh dunia mencapai 36 juta orang.

Sementara itu, mengutip situs RT, 3,5 miliar penduduk Bumi--yang merupakan 70 persen dari populasi angkatan kerja--masing-masing hanya memiliki aset kurang dari US $10.000 (Rp135 juta). Jika harta mereka semua dikumpulkan, nilainya hanya 2,7 persen dari kekayaan global.

Saat ini kekayaan global mencapai US $280 triliun dan Credit Suisse memperkirakan bakal naik hingga US $340 triliun dalam lima tahun mendatang. Secara rata-rata, setiap orang dewasa di dunia memiliki aset US $56.540.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR