SURVEI POLITIK

Heboh, Gibran masuk survei cawalkot Solo

Presiden Joko Widodo bersama putra sulung Gibran Rakabuming dan cucu Jan Ethes mengunjungi pusat perbelanjaan di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2019).
Presiden Joko Widodo bersama putra sulung Gibran Rakabuming dan cucu Jan Ethes mengunjungi pusat perbelanjaan di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2019). | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Kalangan politik seketika heboh saat nama Gibran Rakabuming Raka muncul dalam hasil survei bakal calon Wali Kota Solo untuk periode 2020-2025. Bahkan bukan cuma Gibran, tapi juga adik bungsunya Kaesang Pangarep.

Survei itu digalang Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (25/7/2019) lalu. Gibran dan Kaesang berada di tiga besar dalam hal popularitas.

Urusan popularitas, nama Gibran berada di urutan teratas dengan angka 90 persen. Berikutnya Wakil Wali Kota Solo (Surakarta) Achmad Purnomo dan Kaesang.

Namun dalam urusan akseptabilitas dan elektabilitas, Gibran masih di bawah Achmad. Akseptabilitas Achmad mencapai 83 persen dan elektabilitas 38 persen. Adapun bagi Gibran, akseptabilitas 61 persen dan elektabilitas cuma 13 persen.

Survei ini digelar Unisri di 96 titik lokasi, masing-masing titiknya berisi delapan responden. Survei dilakukan dengan teknik random sampling dan margin error 4 persen.

"Nama-nama tersebut digodok berdasarkan focus group discussion (FGD) bersama tokoh-tokoh masyarakat lintas bidang di Solo. Setelah muncul nama-nama tersebut, baru kita lakukan survei," ujar Ketua Lab Kebijakan Unisri Surakarta, Suwardi, dalam penjelasan surveinya dilansir detikcom.

Kabar soal ini langsung sampai ke Presiden Joko "Jokowi" Widodo, ayah Gibran dan Kaesang. Di sela-sela acara pembubaran tim kampanyenya di Jakarta, Jumat (26/7), Jakarta, Jokowi menegaskan sudah mendengar itu dan menyerahkan segalanya ke Gibran dan Kaesang.

Namun di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (28/7), Jokowi sembari tertawa menyampaikan hal senada saat para jurnalis kembali menanyakan hal itu.

"Baru ada survei begitu saja pada bingung, heboh," tukas Jokowi dalam video yang dilansir laman Youtube, Sekretariat Presiden.

Jokowi pun menegaskan lagi segalanya diserahkan kepada yang bersangkutan, seperti halnya ketika ingin menjalankan bisnis. "Kita demokratis, apapun jabatannya harus bertanggung jawab," tambah Jokowi.

Sementara Gibran, yang turut mendampingi Jokowi saat makan siang di Sukoharjo, tak banyak berkomentar. Juragan martabak dan usaha katering ini menyampaikan terima kasih atas apresiasi publik melalui survei.

Meski begitu Gibran tidak memikirkan hal itu, kecuali bisnisnya. Bahkan Gibran cenderung santai dengan menyebutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuka pendaftaran. "Kalau pendaftaran sudah dibuka, teman-teman kasih tahu saya," ujarnya.

Kalangan politisi pun memberikan suaranya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Sekjen DPP Hasto Kristiyanto menyambut baik hasil survei termaksud. Hasto pun meminta Gibran dan Kaesang menjadi kader PDIP, seperti ayahnya, karena ada proses menuju calon kepala daerah.

Proses itu antara lain sekolah partai, psikotes, dan latihan menjadi kepala daerah yang baik. "Kami akan terus mencermati siapa yang disuarakan rakyat untuk menjadi pemimpinnya," kata Hasto dikutip iNews, Minggu (28/7).

Hal senada disampaikan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo alias Rudy yang juga kader PDIP. Rudy menegaskan tak ada persoalan dengan nama dua putra Jokowi dalam survei calon pemimpin kota Solo.

Yang jelas, Rudy menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) dari DPP PDI-P. "Kalau mekanisme partai itu sudah jelas, kita menunggu juklak juknis dari DPP partai. Tentunya kita mulai proses sesuai dengan mekanisme partai," terangnya dalam Kompas.com, Jumat (26/7).

Politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung pun menyambut baik hasil survei itu. Akbar menegaskan tak ada yang salah dengan survei itu.

Namun politisi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menduga Gibran dan Kaesang tak akan terjun ke politik secepat itu. Bobby menilai mereka masih fokus pada bisnis.

"Kiranya mereka berdua ingin maju sebagai kandidat pilwakot, tapi sampai saat ini infonya mereka berdua masih fokus berwirausaha," ujar anggota DPR RI ini dilansir Merdeka.

Adapun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mendukung Gibran dan Kaesang jika ingin turun ke politik. Poyuono menyebutnya bak buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya.

"Karena jika Gibran atau Kaesang memimpin Kota Solo, mereka akan mengurus Kota Solo jauh lebih baik dari sekarang karena mereka tentu akan punya ambisi dan tanggung jawab moral untuk tetap menjaga kinerja ayah mereka semasa menjadi Wali Kota Solo," lanjut Poyuono.

Dukungan juga diberikan politisi Partai Demokrat Andi Arief. Meski begitu Andi menyarankan agar Gibran terjun ke politik setelah 2024.

"...karena sampai 2024 Pak Jokowi masih menjadi Presiden. Jika ikut pemilihan 2020 dikhawatirkan nanti soal fairness aparat, baik keamanan maupun penyelenggara hingga birokrasi bahkan hingga soal logistik," tukas Andi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR