Hikayat uang muka mobil pejabat

Kenaikan bantuan uang muka kredit pemilikan mobil untuk pejabat tinggi
Kenaikan bantuan uang muka kredit pemilikan mobil untuk pejabat tinggi | AR/Beritagar

Maka lihatlah ilustrasi. Usulan kenaikan tunjangan panjar kredit mobil pejabat tinggi datang dari Ketua DPR-RI Setya Novanto. Demikian paparan dalam laman Setkab (Kamis, 2/4/2015). Persekot kredit mobil naik, dari Rp116.500.000 menjadi Rp210.890.000.

Dari sejumlah lembaga tinggi negara, yang paling banyak anggotanya adalah DPR-RI (560 orang; bandingkan dengan Komisi Yudisial: tujuh orang). Nurul Arifin, anggota staf ahli bidang komunikasi untuk Setya, oleh Kompas (Jumat, 3/4/2015) dikutip, "Keputusan tentunya di tangan Presiden, dan presiden mendengarkan juga usulan dari lembaga negara yang lainnya."

Bagi Wapres Jusuf Kalla, seperti diwartakan oleh Liputan 6, kenaikan uang muka ini tetap lebih murah, bahkan lebih menguntungkan, ketimbang meminjamkan mobil dinas.

Adapun sejumlah pejabat, menurut Koran Tempo, tak berminat memanfaatkan kredit. Misalnya Taufiqurrohman Syahuri, Ketua Bidang Rekrutmen Komisi Yudisial, yang tetap memilih mobil sewaan yang ditanggung oleh kantor.

Adapun Sekretaris FKP DPR-RI Bambang Soesatyo menyatakan umumnya anggota parlemen sudah punya mobil, "Buat apa beli mobil lagi?"

Perihal mobil sewaan untuk dinas, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama akhir tahun lalu dikutip oleh Republika, "Kami putuskan, kami tidak mau lagi membeli mobil dinas. Jadi kami ingin semua mobil dinas itu disewa dari perusahaan yang menang tender."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR