MUDIK 2018

Hingga H-3, jumlah kecelakaan lalu lintas turun 19 persen

Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/6/2017). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar.
Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/6/2017). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar. | Dedhez Anggara /Antara Foto

Hingga H-3 Lebaran 2018, Selasa (12/6), jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dalam Operasi Ketupat 2018 lebih rendah dibanding tahun lalu. Faktor penyebab kecelakaan masih didominasi oleh kelelahan pengemudi.

Jumlah lakalantas tercatat 19 persen lebih rendah dibanding 1.127 kasus pada tahun lalu, menjadi 771 kasus hingga H-3 tahun ini. Korban tewas juga turun 41 persen, dari 390 orang pada 2017 menjadi 163 korban.

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal, di Mabes Polri Jakarta, dalam Tirto.id.

Lakalantas, sambung Iqbal, didominasi karena faktor manusia yakni kelelahan ketika pengemudi. Tak heran memang, karena banyak pengemudi yang melakukan perjalanan di malam hari yang tentunya memangkas waktu istirahat.

Pada Selasa (12/6) saja, menurut Kabag Pensat Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Yusri Yunus, terjadi 138 kecelakaan, yang mengakibatkan 29 orang meninggal dunia, 33 luka berat, dan 173 luka ringan.

"Dengan rincian 36 kecelakaan terjadi di jalur mudik, 12 korban meninggal, 10 luka berat, dan 50 luka ringan. Sedangan 102 kecelakaan terjadi di luar jalur mudik dengan 17 korban meninggal, 23 luka berat, dan 123 luka ringan," ujar Yusri Yunus, dikutip Liputan6.

Angka kecelakaan itu turun 29 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya. Korban yang tewas pun turun 63 persen. Pada H-3 Lebaran 2017 terjadi 195 kecelakaan lalu lintas dengan 78 orang meninggal dunia.

Sementara pada H-3 menurut pantauan Karopenmas Polri, terjadi peningkatan arus mudik yang menuju ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yakni sebesar 276 persen.

"Hal ini karena bersamaan dengan hari libur karyawan swasta," kata Iqbal.

Ia merinci, pada H-3, arus kendaraan yang melewati Gerbang Tol Merak sebanyak 25.702 kendaraan atau naik 341 persen dibandingkan hari biasa, yang melewati GT Ciawi sebanyak 22.199 kendaraan (naik 8 persen), yang melewati GT Cileunyi 28.554 kendaraan (naik 79 persen), yang lewat GT Cikarang Utama 67.096 kendaraan (naik 675 persen).

Operasi Ketupat 2018 berlangsung selama 18 hari, yakni sejak Kamis (7/6) sampai dengan Minggu (24/6). Sebanyak 177 ribu personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran, dan jajaran dari instansi terkait disiagakan dalam operasi tersebut.

Kesatuan Polri pun menyiapkan sebanyak 3.097 pos pengamanan di seluruh Indonesia selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018.

Puncak mudik yang terbagi

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencatat hingga Senin (11/6) sebanyak 1,4 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta.

Sebanyak 925.240 unit kendaraan mengarah keluar Jakarta melalui Tol Jakarta-Merak, Cikarang Utama, Cikampek dan Cileunyi, sementara 500.062 keluar Ibu Kota melalui Merak, Sadang, Balonggandu dan Rancaekek.

Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran 2018 Kementerian Perhubungan, Junaidi, memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2018 akan kembali terjadi pada H-3 dan H-2 saat karyawan swasta mulai libur.

Sebelumnya, jelas Junaidi kepada RMOL, masa puncak mudik Lebaran 2018 telah terjadi pada H-6 atau Sabtu (9/6), dengan volume penumpang yang tercatat mencapai 1.084.934 penumpang.

Pada tahun 2017, masa puncak mudik Lebaran terjadi pada H-2 lebaran dengan total penumpang nasional mencapai 1.328.875 penumpang dan pada H+7 lebaran yang mencapai 1.087.088 penumpang.

BACA JUGA