BUDAYA KEKERASAN

Ancaman hukuman mati untuk pemain senjata api ilegal

| Antyo / Beritagar.id

Meskipun berizin, pemilik senjata api (senpi) anggota Perbakin pun tak boleh sembarangan membawa senpi. Bahkan untuk beroleh izin pun tidak gampang.

"Jadi, untuk bisa memiliki ijin olahraga menembak ataupun berburu dari Perbakin, tidak mudah dan tidak sembarangan orang bisa memilikinya," ujar Bambang "Bamsoet" Soesatyo, April lalu (RMOL, 1/4/2018).

Bamsoet, politikus Golkar yang ketua DPR itu, berhobi menembak. Di Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) dia menjabat ketua bidang hukum dan penegakkan disiplin anggota.

Awal pekan ini Bamsoet bilang, sudah tiga kali gedung DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, terkena peluru nyasar dari lapangan tembak

Bagi Bamsoet, lokasi Lapangan Tembak Senayan sudah saatnya direlokasi. Lokasi lapangan tembak itu di seberang gerbang belakang Kompleks Parlemen.

Akan tetapi di luar urusan lokasi, urusan senjata api diatur di bawah hukum yang ketat. Kalau tak berizin — atau tanpa hak — para pemilik, pemakai, pembawa, dan pengangkut terancam hukuman maksimum berupa hukuman mati atau seumur hidup.

Pasal 1 ayat (1) UU Darurat 1951 mengancamkan hukuman pol itu. Sila simak infografik. Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta juga merujuk pasal itu (h/t CNN Indonesia).

Jika menyangkut peristiwa kaca bolong di Gedung Nusantara I DPR, karena tertembus peluru dari lapangan tembak, kedua terduga pelakunya ternyata bukan anggota Perbakin. Mereka, yakni IAW dan RMY, adalah pegawai negeri sipil Kementerian Perhubungan.

"Itu kegiatan individu mereka. Saya prihatin pasti itu satu perbuatan tidak patut," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin (h/t Merdeka.com)

Kembali ke soal hukum, sebenarnya orang sipil di Indonesia boleh punya senpi. Tentu ada syaratnya. Sila simak artikel dan infografik Beritagar.id, 13 Juli 2016.

Catatan Redaksi: agar tak menimbulkan salah tafsir, judul artikel kami ubah, diawali dengan "ancaman"

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR