INTERNASIONAL

Hutan Amazon kebakaran, Presiden Brasil dan Prancis bertikai

Presiden baru Brazil Jair Bolsonaro dan istrinya Michelle melambaikan tangan mereka saat mereka berkendara sebelum upacara pengambilan sumpah di Brasilia, Brazil, Selasa (1/1/2019).
Presiden baru Brazil Jair Bolsonaro dan istrinya Michelle melambaikan tangan mereka saat mereka berkendara sebelum upacara pengambilan sumpah di Brasilia, Brazil, Selasa (1/1/2019). | Ricardo Moraes /Antara Foto/Reuters

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menolak tawaran bantuan finansial senilai AS $22 juta dolar atau Rp313,7 miliar dari kelompok negara maju G7 untuk mengatasi kebakaran di Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Ia menuding tawaran bantuan tersebut merupakan cara negara asing mengintervensi kedaulatan Brasil dengan tujuan pengendalian Amazon. Melalui kicauannya di Twitter, Bolsonaro menganggap bantuan-bantuan itu membuat Brasil diperlakukan seperti koloni atau negara jajahan.

"Kami menghargai (tawaran bantuan) itu, tetapi uang-uang tersebut sepertinya jauh lebih relevan jika digunakan untuk reboisasi atau penanaman pohon di Eropa," ucap Kepala Staf Kepresidenan Brasil, Onyx Lorenzoni, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (28/8/2019).

Bantuan itu disepakati pemimpin negara G7 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Biarritz, Prancis, akhir pekan lalu. Sebagai tuan rumah, Presiden Emmanuel Macron mengatakan negara G7 akan segera memberikan bantuan kepada beberapa negara yang berada di area hutan Amazon untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam menangani kebakaran ini.

Macron menyebut kebakaran hutan Amazon sebagai darurat bencana global. Dia mendorong para pemimpin negara G7 untuk memberikan bantuan nyata demi kelestarian paru-paru dunia tersebut.

Selain menggelontorkan dana, pemimpin negara G7 juga sepakat menyusun inisiatif terkait program perlindungan Hutan Amazon yang akan diluncurkan dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

Pemerintahan Bolsonaro terus menjadi perhatian setelah kebakaran hutan di Brasil mencapai rekor terparah tahun ini menurut INPE, badan antariksa negara di Amerika Selatan itu.

INPE mendeteksi sekitar 73.000 titik api muncul di lahan dan hutan Brasil sepanjang tahun ini. Sebagian besar titik-titik itu terletak di lembah Amazon.

Data pemerintah Brasil menunjukkan titik api di Amazon meningkat 83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Asap kabut kebakaran hutan di Amazon bahkan bisa terlihat dari citra satelit luar angkasa.

Bertikai dengan Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Cile Sebastian Pinera mengadakan konferensi pers gabungan di sela agenda KTT G7 di Biarritz, Prancis, Senin (26/8/2019).
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Cile Sebastian Pinera mengadakan konferensi pers gabungan di sela agenda KTT G7 di Biarritz, Prancis, Senin (26/8/2019). | Francois Mori /Antara Foto/Reuters

Belakangan, sikap Bolsonaro melunak tapi tetap mengajukan syarat sebelum bantuan G7 diterima. Bolsonaro meminta Macron meminta maaf padanya karena telah menghina secara pribadi dengan menyebutnya pembohong tentang memerangi perubahan iklim.

“Macron harus menarik hinaan untuk saya. Pertama, ia menyebut saya pembohong. Dia (Mr Macron) harus menarik kata-kata itu dan kemudian kita dapat berbicara," kata Bolsonaro dilansir dari The Guardian, Rabu (28/8/2019).

Pemerintahan Bolsonaro juga bersedia menerima bantuan dari kalangan internasional untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon dengan syarat mereka mengelola dananya langsung. "Pemerintah Brasil di bawah Presiden Bolsonari terbuka pada dana bantuan asing, baik dari organisasi swasta maupun negara.

"Tapi bantuan uang yang masuk negara Brasil akan berada di bawah kendali orang Brasil," ujar Otavio Rego Barros, juru bicara Bolsonaro, di Brasillia, Rabu (28/8), dalam lansiran AFP (h/t Yahoo.com).

Pekan lalu, Macron mengatakan Bolsonaro telah "berbohong" kepadanya pada pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang, Juni lalu. Macron menyebut Bolsonaro gagal menghormati komitmen mencegah perubahan iklim dan menjaga keanekaragaman hayati di hutan yang menjadi paru-paru dunia tersebut.

Macron mengatakan Prancis tidak akan meratifikasi kesepakatan perdagangan besar dengan negara-negara Amerika Selatan, kecuali Brasil berbuat lebih banyak untuk memerangi kebakaran di Amazon.

Kedua presiden memang memiliki pandangan politik yang sangat berbeda. Bolsonaro dikenal sebagai politikus garis kanan yang konservatif, sementara Macron dikenal sebagai politikus progresif yang kerap mendobrak gerakan politik tradisional.

Perseteruan keduanya menjadi semakin personal saat Bolsonaro menanggapi lelucon di Facebook yang mengejek usia 65 tahun istri Macron, Brigitte --25 tahun lebih tua darinya. Dia menulis: "Jangan mempermalukan lelaki itu, ha-ha-ha."

Ditanya tentang pernyataan Bolsonaro, Macron menyebut ucapan Bolsonaro "sangat kasar." "Dia telah membuat beberapa komentar yang sangat kasar tentang istri saya," kata Macron dilansir dari ABC News.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR