PASAR SAHAM

IHSG ditutup di angka 6.342

IHSG ditutup di angka 6.342
IHSG ditutup di angka 6.342 | Robotorial /beritagar.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada penutupan perdagangan sore ini Kamis (12/09/2019). Indeks menurun 0,62 persen, atau 39,78 poin di level 6.342,17. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 6.414,48 poin di titik tertinggi, dan terendah 6.337,52 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 655,38 ribu kali dengan nilai transaksi Rp8,83 triliun. Sebanyak 175 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 213 emiten melemah, dan 263 emiten tidak mengalami pergerakan.

Bintang Mitra Semestaraya Tbk dengan mayoritas saham dimiliki oleh Chance Stand Finance Limited (71,01%) mencatatkan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan hari ini. Emiten bersandi BMSR tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat di level Rp145 (34,26 persen) per saham, dimana kemarin sore ditutup Rp108 per unit.

Sky Energy Indonesia (Tbk) yang 17,4 persen saham dikuasai oleh PT Trinitan Global Pasifik ini merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada hari ini. Emiten bersandi JSKY mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp705 (-16,57 persen) per saham, dimana sebelumnya ditutup Rp845 per unit.

Media Nusantara Citra (Tbk) (MNCN) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 63,61 ribu kali, dengan volume 36,86 juta saham.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh 9 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Aneka Industri mencapai -2,03 persen (-24,76 poin), disusul sektor Pertambangan sebesar -1,09 persen (-18,79 poin), dan saham-saham di sektor Infrastruktur sebesar -1,37 persen (-16,59 poin).

Sedangkan hanya Properti dan Real Estate yang mengalami penguatan sebesar 0,12 persen (0,60 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,64 triliun, terutama pada saham Sri Rejeki Isman (Tbk) (SRIL), Lippo Karawaci (Tbk) (LPKR), dan Sarana Menara Nusantara (Tbk) (TOWR).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp2,15 triliun, khususnya pada saham Puradelta Lestari (Tbk) (DMAS), Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI), dan Timah (Tbk) (TINS).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR