Ikhtiar pansel agar pemimpin KPK tak dikriminalisasi

Pendaftar keluar ruangan usai melengkapi berkas persyaratan calon pimpinan KPK pada hari terakhir pendaftaran di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta (3/7/2015)
Pendaftar keluar ruangan usai melengkapi berkas persyaratan calon pimpinan KPK pada hari terakhir pendaftaran di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta (3/7/2015) | Yudhi Mahatma/Antara

Panitia seleksi calon pemimpin KPK punya jurus jitu agar kelak pimpinan KPK yang terpilih tidak dikriminalisasi. Caranya, 48 nama calon pimpinan KPK yang lolos tahap II, diserahkan ke berbagai lembaga untuk dicek rekam jejaknya.

"Jadi, ini kesempatan bagi Polri untuk mencari persoalan hukum. Jangan tiba-tiba di tengah-tengah mereka dijegal dengan persoalan masa lalu," kata Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih.

Kompas.com, Senin 27 Juli 2015

Kepolisian bisa melakukan penelusuran rekam jejak calon, untuk kemudian menerbitkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Menurut Yenti, assessment tahap ketiga terhadap 48 calon tersebut, hari ini diserahkan ke KPK. Sebelumnya sudah diserahkan kepada Kepolisian, Kejaksaan, BIN, PPATK, Ditjen Pajak.

Dari hasil penelusuran lembaga tersebut diharapkan capim KPK itu harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan KPK.

“Kita berharap siapapun yang sudah dihasilkan sudah bersih dari SKCK, sudah clear dengan tracking-nya, tidak ada lagi bahasanya dikriminalkan atau bahasa yang mudah di masyarakat, dikriminalisasikan lagi karena daftar sudah clear. Jangan sampai, kalau awal korupsi tangkap saja tapi jangan diganggu lagi selama bekerja," ujar Yenti.

Detikcom, Selasa 28 Juli 2015

Sedang penelusuran yang dilakukan PPATK dan Ditjen Pajak, diperlukan pansel karena profil transaksi keuangan dan kepatuhan pajak, menjadi nilai penting bagi capim KPK.

“Untuk calon laki-laki, akan dilacak rekening istri dan anak. Begitu pula calon perempuan, rekening suami dan anak akan ditracking,” ujar anggota Pansel, Diani Sadiawati, dikutip CNN Indonesia (28/7).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR