PASAR SAHAM

Indeks LQ45 melorot meski 27 emiten catatkan penguatan

Indeks LQ45 melorot meski 27 emiten catatkan penguatan
Indeks LQ45 melorot meski 27 emiten catatkan penguatan | Robotorial /beritagar.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup fluktuatif pada pekan keempat Mei 2019 (20-24/5/2019). Dari 45 saham anggota indeks LQ45, 27 saham di antaranya membukukan hasil positif selama periode tersebut.

Di sisi lain, kinerja harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir pekan turun 4,38 poin (0,07 persen) dari 5982.02 ke angka 5977.64 dibanding pekan sebelumnya. Capaian tersebut meneruskan tren empat pekan terakhir yang relatif menurun.

Nilai transaksi harian selama sepekan terakhir menurun 1,55 persen menjadi Rp7,62 triliun. Meski begitu, rata-rata volume transaksi harian meningkat dari 12,74 miliar lembar saham, menjadi 14,05 miliar lembar atau naik 9,26 persen.

Investor asing mencatatkan nilai pembelian hingga Rp12,71 triliun, meningkat 5,43 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai penjualannya mengalami penurunan 9,2 persen dari Rp15,65 triliun menjadi Rp14,21 triliun.

Adapun nilai kapitalisasi bursa hingga Jumat (24/05/2019) meningkat sebesar 3,81 persen menjadi Rp6.892,45 triliun dari posisi Rp6.629,63 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Lima emiten yang mengalami kenaikan harga tertinggi berturut-turut adalah: Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI), Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM).

Sementara itu, indeks saham LQ45 tidak mampu mencatatkan peningkatan. Indeks berisi saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan paling likuid itu turun 0,43 poin (0,05 persen) ke angka 931.

Selama perdagangan sepekan lalu, 27 dari 45 saham anggota indeks LQ45 berhasil membukukan hasil positif. Sementara 1 saham lainnya tidak berubah, dan 17 lainnya menurun. Peningkatan pada 27 emiten berkisar antara 1,2 - 580 poin. Saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. memimpin kenaikan harga, mencapai 6,750 poin.

Sebaliknya, penurunan nilai pada 17 emiten rata-rata berkisar 1,6 - 2035 poin. Penurunan paling tajam dialami saham Gudang Garam Tbk. dari sektor Industri Konsumsi.

Saham LQ45 paling aktif adalah Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan jumlah transaksi mencapai 83,18 ribu kali. Sedangkan saham yang mencatatkan nilai transaksi tertinggi adalah Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan total nilai mencapai Rp3,23 triliun.

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR