KESEJAHTERAAN SATWA

India dirikan rumah sakit gajah pertamanya

Wisatawan tampak menunggangi gajah asia di Suaka Margasatwa Pobitora di Morigaon, Assam, India (7/10/2018).
Wisatawan tampak menunggangi gajah asia di Suaka Margasatwa Pobitora di Morigaon, Assam, India (7/10/2018). | STR /EPA-EFE

Dikenal sebagai tempat tinggal sebanyak 50-60 persen populasi gajah liar di Asia, India akhirnya meresmikan berdirinya Wildlife SOS Elephant Conservation and Care Centre, rumah sakit gajah pertamanya, pada Jumat (16/11/2018).

Rumah sakit seluas seribuan meter persegi ini berlokasi di Desa Churmura, kota suci bagi umat Hindu Mathura, di negara bagian Uttar Pradesh.

Pasien pertamanya bernama Asha, gajah berusia 49 tahun yang terluka di kaki kirinya. Di sini Asha diperiksa oleh dokter hewan yang dibantu seorang petugas.

Asha, dan gajah sakit lainnya yang menjadi pasien, akan diperiksa secara profesional oleh ahli medis yang ada. Rumah sakit ini juga dipersenjatai dengan peralatan canggih seperti digital X-Ray nirkabel, pencitraan termal, ultrasonografi, perangkat penenang, dan fasilitas karantina.

Pusat perawatan ini juga dilengkapi dengan alat-alat untuk mengangkat hewan berbelalai panjang tersebut. Selain itu, ada juga alat penahan agar gajah tidak melewati batas-batas wilayah tertentu. Tersedia pula perawatan di dalam ruangan khusus untuk mereka yang memerlukan perawatan medis jangka panjang.

Lokasinya sengaja dibuat berdekatan dengan pusat konservasi dan perawatan gajah yang telah berdiri sejak 2010 dan tengah merawat 20 gajah. Rumah sakit ini dibangun khusus untuk gajah yang terluka, sakit, atau geriatrik. Tak boleh ada hewan lain yang dirawat di sini.

"Saya pikir dengan membangun rumah sakit kami menggarisbawahi fakta bahwa gajah juga membutuhkan ukuran kesejahteraan sama seperti hewan lain," kata Geeta Seshamani, pendiri Wildlife SOS, dalam wawancaranya dengan Reuters TV, Minggu (18/11).

Menurut pendapat Katick Satyanarayan, CEO Wildlife SOS, dibangunnya fasilitas ini juga merupakan tonggak sejarah dalam konservasi gajah di India.

"Fasilitas ini akan memungkinkan kami untuk lebih berhati-hati, dan secara bertahap berkembang sebagai tujuan untuk pengelolaan gajah yang manusiawi," ujarnya, seperti dikutip India Times, Minggu (18/11).

Kelak rumah sakit ini diharapkan tak hanya dapat menjadi tempat istirahat dan pemulihan gajah, tapi sekaligus sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dibangunnya rumah sakit juga sekaligus untuk melindungi gajah dari perlakuan buruk manusia. Gajah di alam liar yang tinggal berdekatan dengan pemukiman juga tak jarang mengalami kecelakaan seperti tersengat listrik, tertabrak kereta api, atau keracunan.

Data dari 23 negara bagian di India tempat hidupnya gajah asia menunjukkan berkurangnya populasi sekitar 10 persen menjadi 27.312 ekor pada 2017. Turun sekitar 3.000 ekor dari hasil sensus 2012. Saat itu jumlah gajah di kawasan yang sama mencapai antara 29.391-30.711 ekor.

Populasi pada 2012 itu lebih besar ketimbang 2007 saat diperkirakan ada 27.670 ekor gajah yang tersebar di 23 negara bagian India.

Populasi gajah di Indonesia juga turun

Pengurangan populasi gajah juga dialami oleh Indonesia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tahun 2017, populasi gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Indonesia adalah 1.328 ekor, yang terdiri dari 474 jantan dan 854 betina.

Sebelumnya, menurut data Forum Konservasi Gajah Indonesia pada 2013, masih ada 1.970 ekor gajah.

Untuk itu, Indonesia pun mendirikan Rumah Sakit gajah (RSG) yang beroperasi di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

RSG yang rampung dibangun pada 2015 ini merupakan rumah sakit untuk gajah pertama yang ada di Asia. Pembangunannya merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Taman Safari Indonesia (TSI), dan Australia Zoo.

Namun, tak seperti di India, RSG Lampung ini masih menerima pasien dari spesies lain yang memerlukan penanganan medis, misalnya harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR