PERDAGANGAN

Indonesia bidik ekspor sarang burung walet ke Tiongkok

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita (dua kiri) mengamati sarang burung walet mentah yang diimpor Tiongkok dari Indonesia dalam kunjungannya ke pabrik pengolahan makanan dan minuman sarang burung Yan Ty Ty di Shanghai, Tiongkok, Minggu (21/7/2019).
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita (dua kiri) mengamati sarang burung walet mentah yang diimpor Tiongkok dari Indonesia dalam kunjungannya ke pabrik pengolahan makanan dan minuman sarang burung Yan Ty Ty di Shanghai, Tiongkok, Minggu (21/7/2019). | M. Irfan Ilmie /Antara Foto

Indonesia mengincar potensi ekspor komoditas sarang burung walet ke Tiongkok. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita berharap kerja sama ekspor yang telah direncanakan segera terealisasikan.

Enggar telah melakukan pertemuan bilateral dengan Wang Fang Hong selaku Executive Deputy Director of the Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade Zone di Pingxiang, Tiongkok, Jumat (20/9/2019).

Pertemuan bilateral ini juga untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Minister of General Administration of Custom China (GACC), Ni Yuefeng, di Beijing, pada Juli lalu. Ni Yuefeng menyetujui akan ada dua provinsi yang menjadi pintu masuk ke pasar Tiongkok, yakni Fujian dan Guangxi.

Enggar berharap Kota Pingxiang, Provinsi Guangxi, yang mendapatkan kekhususan dari Pemerintah Tiongkok sebagai daerah ekonomi khusus atau special economic zone, dapat menerima berbagai komoditas dari Indonesia.

Ia mengatakan, produk sarang burung walet masih menjadi andalan ekspor Indonesia ke Tiongkok. Sebab menurutnya, ekspor sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok memiliki nilai yang sangat tinggi.

Enggar berharap dengan tingginya ekspor sarang burung walet diharapkan meningkatkan ekspor produk Indonesia ke negara itu. Sebab harga sarang burung walet per kilogramnya saja mencapai puluhan juta rupiah.

“Per kilogram (kg) saja bisa Rp28 juta. Bayangkan kalau 100 ton, nilainya sudah besar. Barangnya tidak besar, tapi nilainya besar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (22/9/2019).

Enggar berharap, produk yang menjadi primadona di pasar Tiongkok ini dapat terus ditingkatkan kuantitasnya, sehingga dapat meningkatkan ekspor Indonesia yang akan berpengaruh terhadap mengecilnya defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok.

"Kita harus bisa mengoptimalkan potensi ekspor produk Indonesia ke Tiongkok karena Tiongkok memberi kesempatan pada Indonesia untuk memasukkan berbagai produknya ke Tiongkok. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya," jelas Enggar.

Diketahui, perusahaan Indonesia PT Tong Heng Investment Indonesia dan dua perusahaan asal Tiongkok Quanzhou Yuyan Family Biotechnology Co Ltd (Bird Nest Diary) Xiamen Fuen Imp & Exp Co Ltd baru saja melakukan penandatanganan kontrak ekspor sarang burung walet.

Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor sarang burung walet asal Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2018, total ekspor produk ini ke Tiongkok tercatat sebesar AS$139,82 juta (Rp1,97 triliun). Angka ekspor tersebut mengalami kenaikan 30,62 persen selama lima tahun terakhir (2014-2018).

Hingga April 2019, ekspor komoditas ini ke Tiongok tercatat sebesar AS$40,18 juta dengan volume 21,32 ton, atau naik 6,56 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 20 ton.

Sarang walet dipercaya masyarakat Tiongkok memiliki khasiat tertentu. Hal ini menjadi salah satu peluang meningkatkan ekspor sarang burung walet Indonesia ke pasar Tiongkok.

Untuk masuk ke pasar Tiongkok, produk sarang burung walet Indonesia harus melalui protokol persyaratan kebersihan, karantina, dan pemeriksaan untuk importasi oleh otoritas negeri Tirai Bambu itu. Selain itu, diperlukan sertifikasi Certification and Accreditation Administration of the People's Republic of China (CNCA).

Hingga saat ini sebanyak 21 di perusahaan Indonesia telah mendapat sertifikasi tersebut sehingga dapat melakukan ekspor ke Tiongkok.

PT Tong Heng Invesment Indonesia adalah salah satu perusahaan investasi asing di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR