PANSEL KPK

Infografik: Etika KPK, jangan mau ditraktir makan

Komisioner KPK juga dilarang main golf dengan pihak yang berpeluang bikin konflik kepentingan. Seleksi capim baru beres September nanti.
Komisioner KPK juga dilarang main golf dengan pihak yang berpeluang bikin konflik kepentingan. Seleksi capim baru beres September nanti. | Antyo® /Beritagar.id

Ada sejumlah larangan bagi para pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) yang mestinya sudah jauh hari dipahami 348 orang peminat seleksi calon komisioner.

Daftar nama 348 peminat itu yang Jumat pekan lalu (4/7/2019) diserahkan Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KKP (Pansel Capim KPK) Yenti Garnasih kepada Sekretariat Negara di Jakarta.

Jumat lalu itu adalah penutupan masa pendaftaran sejak 17 Juni 2019. Ada 60 peminat berlatar advokat. Ada pula jaksa dan hakim (18 orang) serta polisi (12).

Setelah itu masih ada serangkaian penyaringan, dimulai dari tahap administratif. Urusan capim (calon pemimpin; pemerintah lebih suka menggunakan "pimpinan") baru beres September nanti.

Tentang larangan, hal itu diatur dalam Kode Etik Pimpinan KPK, terbit 2004, pada masa kepemimpinan Taufiequrachman Ruki, seorang mantan polisi.

Poin kode etik antara lain harus menolak ditraktir makan, akomodasi, dan hiburan oleh siapa pun. Selain itu komisioner KPK juga dilarang bermain golf dengan pihak yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Masa kerja komisioner KPK setiap periode hanya empat tahun. Dari kelima komisioner, salah satu akan menjadi ketua KPK. Paket capim yang mulai disaring itu adalah pemimpin kelima (2019-2023).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR