KEPOLISIAN

Infografik: Jenderal polisi dalam lingkaran birokrasi

Terpilihnya Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Firli Bahuri menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, oleh Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Senin (16/9/2019), memicu sejumlah pihak mendesak Firli mundur dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Sentimen negatif terhadap Polri kembali mengemuka lantaran beberapa tahun terakhir, sejumlah jenderal polisi juga menduduki jabatan strategis di lembaga selain kepolisian.

Satu di antara yang sempat menyedot perhatian publik adalah Jenderal (Purn) Budi Gunawan. Ia pernah jadi tersangka kasus rekening gendut Polri yang diusut KPK. Setelah gagal menjadi Kapolri, Budi kini menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Begitu juga dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang kini dikepalai polisi, Komjen Suhardi Alius. Ia menjabat sejak 2016, menggantikan Tito Karnavian yang dilantik menjadi Kapolri.

Hal serupa terjadi di Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipimpin Irjen Heru Winarko. Sebelum memimpin BNN, Heru pernah menjadi staf Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi serta Deputi Penindakan KPK.

Sebelum dipimpin Heru, BNN dikepalai Budi Waseso yang kini menjabat Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog).

Di kementerian, mantan Wakapolri Komjen Syafruddin kini jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Di Kementerian Hukum dan HAM, ada Irjen Ronny Sompie yang menjabat Dirjen Imigrasi. Termasuk Komjen Setyo Wasisto yang menjadi Irjen Kementerian Perindustrian.

Tak hanya itu, ada juga Irjen Pudji Hartanto sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan di Kementerian Tenaga Kerja ada Irjen Sugeng Priyanto menjabat Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Begitu juga di Kementerian Perdagangan, ada Irjen Syahrul Mamma yang menjabat Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga. Dalam urusan diplomasi, ada Irjen Iza Fadri yang menjadi Dubes RI untuk Myanmar, juga Irjen Amhar Azeth, Dubes RI untuk Moldova.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat mengaku pusing lantaran banyak perwira calon jenderal, tapi tak bisa jadi jenderal akibat menganggur atau tak punya jabatan.

Kini, sebut Tito, total jenderal di Polri ada 299 orang, dan hanya 176 yang menduduki jabatan struktural. Sedangkan untuk anggota Polri yang belum mendapatkan jabatan meskipun sudah selesai sekolah sebanyak 414 orang.

Pasal 28 ayat 3 UU Nomor 2/2002 tentang Polri, mengatur bahwa anggota Polri tidak boleh menduduki jabatan di luar kepolisian.

"Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian," demikian bunyi pasal tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR