PERBANKAN

Infografik: Memanfaatkan duit tiban di rekening bank

Komputer Bank Mandiri sempat bermasalah. Ada rekening yang tiba-tiba ludes. Ada pula yang dapat tambahan dana, lalu nasabah mengambilnya.
Komputer Bank Mandiri sempat bermasalah. Ada rekening yang tiba-tiba ludes. Ada pula yang dapat tambahan dana, lalu nasabah mengambilnya. | Antyo® /Beritagar.id

Urusan ahli hukum untuk memilah dua kasus rekening bank yang tiba-tiba bertambah isi. Kasus pertama pekan lalu. Sistem Bank Mandiri bermasalah, sehingga selain ada nasabah kehilangan uang (sesaat) juga ada nasabah yang dapat rezeki nomplok lalu memanfaatkannya selagi mungkin.

Kasus kedua pada 2015. Suparman (51), nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) di Landak, Kalimantan Barat, dapat SMS dari bank bahwa rekeningnya dapat transferan Rp5 miliar lebih.

Lantas dia ambil Rp10 juta di ATM, dan tarik dana dalam jumlah lebih besar dari kasir. Selain itu juga mentransfer ratusan juta rupiah ke orang lain.

Alhasil saldo Suparman tinggal Rp2,8 miliar. Tapi esoknya saldo tinggal nol rupiah. Lalu urusan sampai ke polisi.

Siapa yang mentransfer: orang atau mesin?

Dalam kasus di Landak itu, ada orang salah menuliskan nomor rekening tujuan transfer, sehingga uang nyemplung ke rekening Suparman. Si pemilik rekening memanfaatkan.

Akan tetapi urusan tak sampai ke pengadilan. Malah BNI merelakan Rp30 juta yang kadung Suparman ambil. Untuk ucapan terima kasih.

Dalam kasus Bank Mandiri tak ada perintah transfer dari nasabah mana pun terhadap nasabah tertentu.

Sistem-komputer-bank yang sedang dirawat itulah yang mengatur sendiri lalu lintas pemindahan uang. Maka ada rekening yang kena cengklong maupun kemasukan duit tiban.

Yang jadi masalah, ada 2.670 nasabah yang memindahkan isi rekening mujur itu ke rekening di bank lain.

Lantas Bank Mandiri memblokir ribuan rekening itu. Pemilik rekening dipersilakan datang ke bank itu agar rekeningnya pulih seperti seperti sediakala.

Ambil uang bukan hak bisa dihukum

Dalam arsip Beritagar.id, kasus di Landak didekati dengan UU Transfer Dana. Pasal 85 mengatakan:

Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Kalau kasus menemukan uang di jalan, lain lagi cerita hukumnya. Sila simak arsip.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR