INTERNASIONAL

Infografik: RI masih setor ke PBB, 21 kali iuran Brunei

PBB tekor. Di antara penunggak iuran ada AS, Iran, Israel, dan Arab Saudi. RI bayar iuran lebih gede dari Finlandia dan Singapura.
PBB tekor. Di antara penunggak iuran ada AS, Iran, Israel, dan Arab Saudi. RI bayar iuran lebih gede dari Finlandia dan Singapura. | Antyo® /Beritagar.id

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tekor. Anggaran operasional AS$5,4 miliar (Rp76,5 triliun) masih bolong. Kurang AS$230 juta (Rp3,25 triliun).

Senin lalu (7/10/2019) di New York, Amerika Serikat, terbit surat edaran Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada 37.000 pegawai sekretariat ihwal penghematan dan gaji.

Untuk menghemat, rapat dan perjalanan dinas dikurangi. Untuk gaji? Sekjen akan menempuh "langkah-langkah tambahan" untuk memastikan gaji dan hak-hak lain dapat dibayarkan.

Guterres mengatakan, "Kita kehabisan duit lebih awal dan neraca kita masih merah." Ada kemungkinan gaji November telat dibayarkan — atau malah tak dibayarkan.

Selasa (8/10/2019) Guterres berpidato di depan para anggota, "Pekerjaan kita dan pembenahan kita berada dalam bahaya."

Bukan kali ini PBB dibelit masalah keuangan. Tahun ini baru 112 dari 193 negara anggota yang bayar iuran. Tahun lalu (2018) ada 116 yang bayar. Empat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok) memenuhi kewajiban.

Di antara penunggak iuran tahun ini adalah AS. Padahal AS adalah penopang 22 persen anggaran Sidang Umum.

Sejauh ini Indonesia termasuk anggota taat. Dalam ringkasan laporan keuangan PBB, pada 19 Februari 2019 Indonesia setor AS15,14 juta (Rp214,4 miliar).

Setoran Indonesia itu 21,7 kalinya iuran Brunei Darussalam, karena negara makmur itu cuma berkewajiban bayar AS$697.057.

Setoran Indonesia itu cuma 0,5 persen dari anggaran PBB. Hampir setara dengan Israel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR