PANSEL KPK

Infografik: Soal konflik kepentingan, Pansel KPK cuek saja

Foto dalam infografik: sembilan anggota Pansel KPK usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/2019) o Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto
Foto dalam infografik: sembilan anggota Pansel KPK usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/2019) o Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto | Antyo® /Beritagar.id

Tiga dari sembilan anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK 2019 punya kepentingan dengan Polri. Padahal mereka menyeleksi kandidat dari korps polisi.

Ketiga orang itu adalah Yenti Garnasih, Hendardi, dan Indriyanto Seno Adji. Kalangan LSM, yang terwadahi dalam Koalisi Kawal Capim KPK, mempertanyakan objektivitas seleksi

Dari 20 calon yang sudah lolos penyaringan, empat orang dari Polri — artinya seperlima.

Yenti mengajar di Lembaga Pendidikan Polri. Hendardi dua kali jadi penasihat ahli bagi Kapolri (Badrodin Haiti, 2015-2016) dan Kapolri Tito Karnavian (sekarang); begitu pula Indriyanto.

Yenti malah pernah disebut menjadi penasihat ahli Kapolri dan dia pun membantahnya.

Berikut ini tanggapan mereka pekan ini:

  • Yenti (25/8/2019): "Saya mengajar dan sering menjadi ahli untuk negara, Polri dan jaksa. Saya pengajar untuk semua lembaga penyidik TPPU Polri, jaksa, pajak, bea cukai, BNN dan POM TNI. Yang paling banyak malah di Badiklat Kejaksaan RI."
  • Hendardi (25/8/2019): "Biar saja, enggak saya pikirin. Dari awal Pansel dibentuk mereka (Koalisi) sudah nyinyir begitu. Malah kelihatan punya ketertarikan yang tidak kesampaian, makanya tuduh kiri-kanan." (→ CNN Indonesia)
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR