BUDAYA DIGITAL

Infografik: Yahoo Groups belum pamit, cuma ubah layanan

KENANGAN | Belum jelas apakah Yahoo Groups akan tamat, menyusul Yahoo Messenger, dan melengkapi kuburan platform serta situs.
KENANGAN | Belum jelas apakah Yahoo Groups akan tamat, menyusul Yahoo Messenger, dan melengkapi kuburan platform serta situs. | Antyo® /Beritagar.id

Jika usia Anda di bawah 40, besar kemungkinan Anda belum pernah memakai Yahoo Groups. Layanan milis (dari mailist, mailing list — oh, terasa jadul ya?) itu akan membatasi layanan 14 Desember 2019.

Sebelumnya, 28 Oktober 2019, menjadi hari terakhir bagi pengguna untuk mengunggah konten. Setelah tanggal tersebut tidak bisa.

Akan tetapi pihak Yahoo mengatakan takkan menutup laman milis itu.

"Situs Yahoo Groups akan tetap ada, namun, semua grup publik akan dijadikan privat atau terbatas. Setiap anggota grup baru perlu meminta undangan atau diundang oleh admin," demikian penjelasan Yahoo pekan ini.

Pada 2010 Yahoo Groups memiliki 115 juta pengguna dan 10 juta grup. Persoalan Yahoo sebagai induk adalah pendapatan iklan mereka terkalahkan oleh Facebook dan Google.

Engadget, media milik Verizon Communications Inc. (juga pemilik Yahoo), pekan ini mengingatkan pembaca saat Yahoo menutup layanan web GeoCities. Jika itu terjadi, "Yahoo menghapus keping sejarah internet."

Platform dan situs bermunculan, tak semua bertahan karena sejumlah alasan. Situs berita juga bisa tutup. Atau berganti sajian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR