TATA KOTA

Instalasi bambu pemanis Jakarta tak akan berumur panjang

Pekerja beraktivitas di dekat karya seni instalasi dari bambu yang dibuat oleh seniman Joko Afianto, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Pekerja beraktivitas di dekat karya seni instalasi dari bambu yang dibuat oleh seniman Joko Afianto, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/8/2018). | Aprillio Akbar /AntaraFoto

Jantung kota Jakarta baru kedatangan tamu berupa seni instalasi yang terbuat dari bambu di Jalan MH Thamrin. Lokasinya tepat berseberangan dengan Bundaran HI, tak jauh dari pelican crossing.

Karya bertajuk Getah Getih tersebut diresmikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan pada Kamis (16/8/2018). Sayangnya gelondongan bambu itu dipastikan tak akan bertahan lama, tapi itu justru jadi hal menarik dengan tujuan baik.

"Ya keunggulan bambu adalah biodegradable. Sehingga otomatis didaur ulang alam," kata Anies seperti dilansir detikcom, Kamis (16/8).

Anies juga menjelaskan, dalam kurun enam sampai 12 bulan, bilah-bilah bambu akan hancur akibat terpapar hujan, panas, dan sebagainya tanpa meninggalkan residu dan masalah baru.

Hal ini telah dipikirkannya sejak kali pertama menghubungi Joko Avianto, sang seniman yang telah dikenalnya sejak tiga tahun silam.

Ide hingga perencanaannya memakan waktu sekitar satu bulan lamanya, lalu dibangun dengan bantuan 10 BUMD dengan biaya sekitar Rp550 juta. Pemasangan instalasi dilakukan dalam waktu dua minggu dengan tenaga 10 orang pekerja.

"Sebenarnya beliau sendiri yang meminta karya ini hadir di lokasi tersebut, karena memang itu sudah direncanakan. Sangat mendadak sih," ungkap Joko, alumnus jurusan seni patung Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), saat dihubungi Kumparan, Rabu (15/8).

Upaya tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan. Keberadaan instalasi bambu tersebut menurut Anies untuk mengedukasi masyarakat tentang banyaknya manfaat tanaman kayu. Bukan hanya sebagai sebilah tanaman dengan harga jual rendah, sebab di tangan yang tepat bambu justru bisa dikreasikan jadi lebih bernilai.

Ia juga mengharapkan hal tersebut dapat memicu minat masyarakat agar mau menanam bambu dan menjadikannya sumber penghasilan baru. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai pemasangan instalasi yang sama apabila Getah Getih telah rusak nantinya.

Selain untuk membantu membangun perekonomian Indonesia lewat produksi bambu, Anies juga sempat mengatakan bahwa instalasi tersebut ditujukan untuk menarik perhatian wisatawan. Apalagi dengan perhelatan Asian Games 2018 yang resmi digelar mulai hari ini, Sabtu (18/8).

"Sengaja dipasang untuk ucapan selamat datang dan disiapkan hari ini karena nanti dilewati torch relay obor Asian Games dan warga bisa lihat. Saya anjurkan hari Minggu lihat ini.

"Bambu biasanya kita menyaksikan posisinya lurus, sekarang ditekuk-tekuk sampai bentuknya seperti bunga matahari. Harapannya jadi inspirasi ke seluruh Indonesia bahwa bambu itu bisa dipakai untuk banyak ekspresi seni," ujar Anies dalam Liputan6.com, Rabu (15/8).

Dalam akun Instagramnya Anies juga mengatakan bentangan bambu yang dipasangnya di tengah hamparan hutan beton Ibu Kota akan tampak lembut dan sederhana meski dengan bentuknya kompleks.

"Pesan tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Itulah kita, bangsa Indonesia tercinta: 262 juta anak bangsa, 400-an suku bangsa, dan bercakap dalam 700-an bahasa. Sebuah bangsa yang dahsyat!" tulisnya dalam salah satu bait kapsinya.

Getah Getih. . Inilah bambu Indonesia. Ditanam di pedesaan, dirawat dan dipanen oleh petani kecil, dijajakan oleh pedagang mikro. Kini membentang di area tanah -salah satu- paling mahal di Republik ini. . Dari imajinasi, kreasi dan lewat tangan terampil anak bangsa, Joko Avianto, bambu murah dari desa ini menjadi karya seni yang tak terupiahkan nilainya. Keindahan yang menjulang dan membanggakan. . Bentangan dan balutan bambu ini jadi pengirim pesan. Di tengah deretan beton tinggi yang cakarnya menggenggam tanah Ibukota, hadir karya bambu yang lembut, sederhana tapi kompleks. Sebuah material trasidisional yang dibalut ilmu, kreativitas dan kemodernan. . Dengan rasa cinta dan kreativitas, bambu yg dianggap tak bernilai menjadi karya seni yg tak ternilai. . Bambu ini membentuk pesona seni yg menggerakkan. Membahanakan pesan dahsyat tentang bangsa kita. Pesan tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Itulah kita, bangsa Indonesia tercinta: 262 juta anak bangsa, 400-an suku bangsa, dan bercakap dalam 700-an bahasa. Sebuah bangsa yang dahsyat! . Di sini, dari gagasan, ribuan bambu ini membentuk sebuah kesatuan dan persatuan. Dari gagasan, jutaan anak bangsa ini membentuk kesatuan dan persatuan. . Mari kita sambut kembali saudara-saudara se-Asia dengan pesan persatuan, dengan kehangatan Indonesia, dan dengan kebanggaan bernegara. . Jakarta, 15 Agustus 2018 Anies Baswedan

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Meskipun demikian, lokasi pemasangan instalasi seni di tanah mahal ibu kota sempat menuai berbagai pertanyaan. Salah satunya datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

"Kalau saya melihatnya seni instalasi ya tapi pertanyaannya mengapa harus di situ? Sepanjang lebih bagus atau memang di situ karena itu ditonton orang banyak? Ya apa seni instalasi itu menyatu dengan lingkungannya?" kata Djarot.

Namun, Djarot menyerahkan kembali kepada Anies apalagi jika pemasangan karya seni tersebut dapat turut membangun perekonomian Indonesia. Ia juga meminta masyarakat untuk mengapresiasi. Apalagi diakuinya, jenis-jenis bambu di Indonesia sangat beragam dan bisa sangat menguntungkan jika masyarakat mau menanam bambu dan memberdayakannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR