TELEKOMUNIKASI

Internet 4G Indonesia belum utamakan kecepatan

Seorang warga menggunakan jaringan internet di samping mesin Mobile Base Transceiver Station atau COMBAT milik Telkomsel di kawasan Danau Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (2/12/2017)
Seorang warga menggunakan jaringan internet di samping mesin Mobile Base Transceiver Station atau COMBAT milik Telkomsel di kawasan Danau Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (2/12/2017) | Septianda Perdana /Antara Foto

Jaringan internet 4G telah menjangkau 297 kabupaten/kota di Indonesia hingga 2017, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Meski jangkauan kian luas, kecepatan masih jadi masalah internet 4G Indonesia.

"Sampai dengan Juli 2017, merahnya (titik jaringan 4G) sudah banyak. Ini memang masih di kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Oktober 2017 silam. Capaian di 297 kabupaten/kota itu jauh lebih baik dari 2016, yang hanya bisa menjangkau 58 kabupaten/kota.

Menurut Rudiantara, pemerintah mempunyai kewajiban menyediakan akses telekomunikasi dan internet di manapun berada. "Bagaimana dengan daerah-daerah yang selama ini tidak memungkinkan dibangun secara bisnis oleh operator? Kita buat yang namanya Program Palapa Ring," jelasnya.

Menteri Rudiantara menargetkan jaringan 4G akan tersedia di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2019 lewat proyek Palapa Ring. Itu sekitar 500 kabupaten/kota. Proyek Palapa Ring sebagai tulang punggung serat optik nasional merupakan jaringan backbone serat optik internet kecepatan tinggi di 460 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Proyek Palapa Ring II
Proyek Palapa Ring II | Istimewa

Sedangkan untuk menjangkau daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar), pemerintah juga membangun Program Base Transceiver Station (BTS) Perbatasan, Desa Broadband Terpadu, infrastruktur penyiaran di perbatasan dan High Throughput Satellite (HTS) atau satelit yang menyalurkan internet kecepatan tinggi.

Pemerintah bekerja sama dengan pihak operator telekomunikasi dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan akses internet. Bila ada daerah yang tidak layak dibangun karena perhitungan bisnis, pemerintah turun tangan mengandalkan dana Universal Service Obligation (USO) dari kontribusi operator.

Infrastruktur internet berkecepatan tinggi tersebut diharapkan menjadi menunjang pemerataan akses ekonomi digital di Indonesia. Apalagi, pada 2020 Indonesia menargetkan untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN.

Namun teknologi generasi keempat yang kecepatan transfer datanya digadang bisa mencapai 300 Mbps dengan teknologi LTE-Advanced, pada praktiknya di lapangan tak semanis teorinya. Sejak diluncurkan pada akhir 2015 di Indonesia, penerapan dan kapasitas jaringan 4G yang dimiliki tiap operator seluler tidaklah sama.

Fokus pada ketersediaan, bukan kecepatan

Laporan OpenSignal per Desember 2017 menunjukkan, jangkauan 4G oleh operator seluler di Indonesia dinilai mengagumkan, meski belum di semua wilayah. Sayangnya, kecepatan yang bisa diakses masih jauh dari ideal. Tak ada yang bisa mencapai rata-rata kecepatan global dalam survei OpenSignal, 16,6 Mbps (Megabits per detik).

Pengukuran sebanyak 9 miliar kali dari 972.951 pengguna aplikasi OpenSignal yang bisa mengakses internet 4G di Indonesia, dilakukan pada Agustus-Oktober 2017. Pengukuran ini membandingkan penggunaan internet mobile 3G dan 4G oleh lima operator terpopuler: Hutchison's 3 (Tri), Indosat Ooredoo, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata.

Telkomsel memimpin dengan kecepatan unduh rata-rata lewat jaringan 4G mencapai 14,6 Mbps, disusul XL yang mencapai 9,6 Mbps. Operator lainnya, jauh ketinggalan. Indosat yang terlambat dengan capaian kecepatan rata-rata 3,3 Mbps, masih lebih lambat dibanding kecepatan rata-rata yang bisa dicapai jaringan 3G di dunia.

Beda lagi bila menengok ketersediaan akses terhadap jaringan LTE (Long Term Evolution). Pengguna aplikasi OpenSignal yang dijadikan bahan survei menunjukkan, Smartfren bisa menyediakan sinyal LTE hingga 90,3 persen waktu koneksi dalam tiga bulan survei.

Saingan terdekat Smartfren adalah Tri, dengan skor 79,1 persen waktu koneksi. Namun tak satupun operator lainnya dapat mendekati angka 75 persen. Bahkan oleh Telkomsel yang memimpin dalam kecepatan rata-rata terhadap jaringan 4G. Aksesibilitas ini berdasarkan seberapa mudah pengguna menjangkau jaringan LTE dari kelima operator.

Tangkapan layar perbandingan kinerja lima operator seluler di Indonesia versi OPenSignal (Desember 2017)
Tangkapan layar perbandingan kinerja lima operator seluler di Indonesia versi OPenSignal (Desember 2017) | OpenSignal

Pengukuran final lalu dilakukan dari berbagai aspek, termasuk kecepatan rata-rata dalam jaringan 3G dan 4G, serta ketersediaan sinyal. Ukuran ini berupaya menunjukkan bagaimana penggunaan internet mobile dalam keseharian. Telkomsel tetap memimpin dengan kecepatan unduh rata-rata 8,4 Mbps.

Meski jaringan 4G Smartfren terhitung lambat dalam survei ini, ketersediaan jaringan LTE operator tersebut paling bagus, sehingga membantu peningkatan kecepatan rata-rata. Smartfren menyusul Telkomsel dengan kecepatan unduh rata-rata 5,8 Mbps. Indosat menjadi operator dengan rekor terburuk, rata-rata hanya 2 Mbps.

OpenSignal juga mengukur latensi jaringan. Jaringan yang responsif akan memiliki latensi rendah, sehingga pengguna nyaman berinternet. Misal untuk komunikasi real time seperti VoIP, atau multi-player gaming. Telkomsel jadi juaranya, mencatat latensi pada jaringan 4G sebesar 44,2 ms (milliseconds, atau 1/1.000 detik), di bawah rata-rata standar umum.

OpenSignal berkesimpulan, Indonesia seperti juga negara-negara Asia Tenggara yang lain, masih berfokus pada perluasan jaringan, bukan pada kecepatan. Tren kecepatan 4G di Indonesia tersebut hampir sama dengan di Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Bahkan untuk akses terhadap jaringan LTE, pengguna 4G di Indonesia rata-rata bisa mengakses sinyal LTE dalam 72,4 persen waktu koneksi. Capaian ini lebih baik daripada Malaysia, Kamboja, dan Filipina, meski masih ketinggalan dari Thailand.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR