INVESTASI ASING

Investor asing dominasi investasi di Indonesia

Pekerja menyelesaikan pembuatan bagian pintu mobil Toyota All New Sienta, di pabrik Karawang 2, Jawa Barat, Senin (25/7/2016)
Pekerja menyelesaikan pembuatan bagian pintu mobil Toyota All New Sienta, di pabrik Karawang 2, Jawa Barat, Senin (25/7/2016) | Audy Alwi /Antara Foto

Investor asing mendominasi investasi Indonesia sepanjang tahun ini. Menurut data investasi yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi semester I-2016 mencapai Rp298,1 triliun.

Dari jumlah itu, Penanaman Modal dalam Negeri hanya mencapai Rp102,6 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) hampir dua kali lipatnya, Rp195,5 triliun atau sebesar 65,6 persen. Guyuran dana yang melimpah ini, menurut hitung-hitungan BKPM, mampu menyerap 458.310 orang tenaga kerja.

Singapura, selama rentang enam bulan Januari-Juni 2016, menggelontorkan dana USD4,9 miliar, atau sekitar Rp64 triliun. Jumlah ini setara dengan 34,76 persen dari total PMA. Lalu disusul Jepang dengan investasi USD2,9 miliar, Hong Kong USD1,1 miliar, Tiongkok USD1 miliar, dan Belanda USD0,6 miliar.

Dalam paruh pertama selama lima tahun ini, Singapura selalu menjadi investor asing terbesar .

Tabel proporsi investasi asing di Indonesia
Tabel proporsi investasi asing di Indonesia | istimewa /BKPM

Menurut catatan BKPM, investor asing banyak melirik investasi di sektor Industri Kertas, Barang dari Kertas, dan Percetakan. Dalam tiga sektor ini ada uang USD2,4 miliar atau setara Rp31,5 triliiun yang digelontorkan. Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan

Elektronik mendapat guyuran investasi sebesar USD1,6 miliar, setara Rp21 triliun. Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi nilai investasinya sedikit di bawahnya, USD1,5 miliar. Industri Alat Angkutan dan Transportasi juga berhasil menarik duit asing sebesar USD1,3 miliar. Untuk sektor makanan, ada duit USD1,0 miliar yang diolah.

Daerah yang banyak menampung guyuran investasi asing adalah Jawa Barat. Provinsi ini menerima dana investasi sebesar USD2,8 miliar. Lalu disusul Sumatera Selatan dengan USD2,2 miliar, Banten dengan USD1,7 miliar, Jakarta dengan USD1,6 miliar, serta Jawa Timur yang menerima suntikan dana sebesar USD0,9 miliar. BKPM mencatat pertumbuhan investasi asing mencapai 12,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan investasi dalam negeri tumbuh pesat hingga 20,1 persen. Tahun lalu, enam bulan pertama, investasi dalam negeri mencapai Rp85,5 triliun. Tahun ini, melonjak jadi Rp102,6 triliun. Investasi ini bisa menyedot 223.599 orang tenaga kerja. Dengan adanya program tax amnesty, pertumbuhan PMDN diperkirakan kembali meningkat.

Menurut Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, untuk mendongkrak realisasi investasi, BKPM mengupayakan percepatan pelayanan investasi. "Salah satunya adalah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty," kata Lembong, seperti disampaikan lewat siaran pers.

Dalam skema investasi yang disiapkan, peserta tax amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi oleh tim khusus dari BKPM. Mereka bisa memperoleh kemudahan pelayanan seperti izin tiga jam, fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta insentif pajak seperti tax allowance atau tax holiday. Tapi layanan ini hanya terbatas pada investasi sektor infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR