ISIS mundur meninggalkan kuburan massal

Salah satu kuburan massal yang berisi korban ISIS
Salah satu kuburan massal yang berisi korban ISIS | Dalton Bennett /AP Photo

Di sejumlah tempat, nama ISIS jadi jaminan kengerian. Dari Eropa ke Asia, pelbagai aksi teror berdarah dalam dua tahun belakangan lekat dengan kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi.

Kiprah sedemikian bukan saja terekam di negeri orang. Pada dua negara tempat gerombolan itu tumbuh dan bersimaharajalela, jejak ISIS justru lebih bikin bergidik. Menurut laporan yang ditulis oleh kantor berita Associated Press, ditemukan sekitar 5200 hingga 15 ribu jenazah korban kebrutalan ISIS di 72 kuburan massal yang terletak di Irak dan Suriah.

Namun demikian, angka itu belum final. Kemungkinan masih banyak lagi kuburan massal yang akan ditemukan menyusul susutnya daerah kekuasaan ISIS.

Pada Selasa (30/8), 17 kuburan massal telah ditemukan di Suriah. Satu di antaranya "berisi kerangka ratusan anggota sebuah suku" yang dibantai ketika ISIS menyerbu. Selain itu, setidaknya 16 kuburan massal juga ditemukan di sejumlah titik di Irak yang teramat berisiko untuk digali.

Kuburan yang paling kecil menampung tiga jenazah, dan yang terbesar diyakini menyimpan ribuan jasad. Namun, tak seorang pun sepenuhnya positif akan hal itu.

Salah satu lokasi yang bertebar kuburan massal adalah Gunung Sinjar. Berdasarkan warta Associated Press, lima kuburan massal mengitari sebuah persimpangan berdebu. Di sana para pemuda desa Hardan dikubur setelah mati di tangan para pemberontak ISIS pada Agustus 2014.

Seseorang bernama Arkan Qassem menjadi saksi ketika ISIS menginjakkan kaki di kawasan itu. Ia menyaksikannya dari Gurmiz, desa tempat ia tinggal, yang letaknya di dataran tinggi.

Melihat kedatangan ISIS, Arkan dan sembilan rekannya kembali ke Gurmiz dan menenteng senapan ringan untuk mempertahankan diri.

Sementara senjata telah siap di tangan, di arah lembah pembantaian disiapkan. Arkan melihat para prajurit ISIS mendirikan pos pemeriksaan dan menghalau warga yang ingin hengkang. Perempuan dan anak-anak pun digiring ke arah entah.

Pada malam pertama pembunuhan, Arkan mengatakan para militan membariskan serombongan laki-laki dengan tangan terborgol di sebuah persimpangan satu kilometer dari Gurmiz. Tubuh mereka disorot lampu buldoser. Senjata para serdadu ISIS pun menyalak. Setelah tubuh-tubuh tumbang, buldoser menguruknya dengan tanah.

Kejadian serupa berlangsung selama enam hari.

Setelah itu, para anggota gerombolan ISIS mempersiapkan artileri guna melangsungkan serbuan ke Gurmiz. Pada saat itulah Arkan dan kawan-kawannya menyusul keluarga mereka di kawasan gunung, lokasi persembunyian kaum Yazidi dari kejaran ISIS.

Di kawasan itu, Yazidi menjadi salah satu kepercayaan tertua yang ajarannya beririsan antara Islam dengan Kristen. Kaum Yazidi adalah penyembah Malaikat Merak, sosok yang dilempar ke dunia oleh Tuhan, tapi mendapatkan ampunan. Kuil-kuil persembahyangan golongan ini penuh dengan pahatan bercitra Merak serta pelbagai rujukan pada matahari.

Kelompok garis keras seperti ISIS menganggap mereka sebagai penyembah iblis. Dari abad ke abad, kaum Yazidi sudah kerap menghadapi pembantaian--hingga kini, 72 kali.

Propaganda ISIS, sebut AP, jelas diniatkan untuk menghabisi seluruh anggota masyarakat Yazidi.

"Ada bukti yang jelas mengenai niat (ISIS) menghancurkan bangsa Yazidi," ujar Naomi Kikoler dari Museum Holocaust, Washington, D.C. "Sejauh ini belum ada upaya untuk secara sistematis mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan, menyimpan bukti, dan menjamin bahwa kuburan massal bisa diidentifikasi serta dilindungi.''

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR