Istri polisi tega membunuh dan memutilasi anak kandungnya

Ilustrasi pembunuhan disertai mutilasi di Cengkareng, Jakarta Barat.
Ilustrasi pembunuhan disertai mutilasi di Cengkareng, Jakarta Barat. | ABED AL HASHLAMOUN /EPA

Entah apa yang sedang berkecamuk dalam pikiran Mutmainah (28). Perbuatan istri Aipda Denny Siregar ini tega membunuh dan memutilasi anak kandungnya bernama Arjuna (1).

Perbuatan Iin, demikian warga mengenal nama sebutan Mutmainah itu, diketahui suami dan warga RT04/RW 10, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Ahad (2/10/2016).

Ceritanya, Ahad pukul 20.00 itu, Denny -anggota Polda Metro Jaya--hendak masuk rumah kontrakannya sehabis pulang dari dinasnya. Saat datang, rumah dalam kondisi terkunci rapat. Berkali-kali diketuk tak ada yang membuka. Namun dari dalam rumah, ia mendengar suara tangis anak pertamanya, Kalisa (2). Akhirnya, Denny memutuskan untuk mendobrak pintu rumah.

Betapa shocknya dia, saat mendapati istrinya bugil dan di sampingnya terdapat jasad anak laki-lakinya yang dalam kondisi terpotong-potong. Sambil berteriak histeris, ia langsung membawa anak perempuannya keluar rumah. Teriakan Deni langsung memecah kesunyian Ahad malam itu.

Warga pun berhamburan dan langsung menuju rumah Deni. Mereka tersentak saat masuk ke rumah kontrakan itu. Beberapa bagian tubuh dari Arjuna terlihat ada di piring plastik ruang tamu. Sementara sang ibu terlihat bugil di kasur yang berlumuran darah yang sudah mengering. Dan di sampingnya ada beberapa bagian tubuh anaknya.

Apin, salah seorang warga yang ikut masuk menuturkan, saat warga masuk ke rumah Deni, pandangan mata Iin tampak kosong. Di piring plastik yang ia melihat ada potongan kelamin, tangan kiri lengkap dengan jemari, dan juga kaki Arjuna.

Lestari (32), saksi mata lain yang tinggal di dekat kontrakan Denny, menceritakan, malam itu suasana di dalam kontrakan rumah Denny cukup mengerikan. "Ibunya berada di kamar tidur, dengan kondisi telanjang duduk diam, anaknya (Arjuna) terlentang di samping kasur," kata Lestari yang malam itu ikut masuk ke rumah Denny.

Melihat Iin bugil, ia pun langsung menutup tubuh Iin dengan sprei kasur. "Saat itulah saya mengetahui tubuh Arjuna sudah terpotong-potong.

Lestari bersama warga mencoba berbicara dengan Mutmainah. Sambil mengemut jari tangan kiri, jari tangan kanan Mutmainah menunjuk ke arah tubuh anaknya yang sudah tak bergerak.

"Sambil tersenyum, ia terus mengatakan jangan berisik, lanjut terus dia menunjuk anaknya sedang tidur, " ujar Lestari seperti dinukil suara.com.

Denny dibantu warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polisi Sektor Cengkareng.Tak beberapa lama kemudian polisi datang. Sebelum dibawa polisi, iin sempat minta mandi dan izin mau salat.

Lalu polisi membawa Iin ke ke RS Kramat Jati. Sedangkan jasad Arjuna dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, sebelum peristiwa tragis itu, Iin terlihat depresi dan sering berbicara sendiri. "Menurut suaminya, istrinya ini lebih pendiam selama satu minggu ini dan kadang bicara sendiri, seperti depresi," ujar Awi.

Suatu ketika, kata Awi menirukan penuturan Denny, istrinya terlihat seperti ketakutan dan pernah menegur suaminya. "Kamu enggak takut saya? Kamu enggak takut saya? Tapi suaminya tidak berpikir istrinya depresi," ujar Awi.

Karena riwayat itu, kini polisi masih memeriksa kondisi kejiwaan Iin. "Pelaku sendiri belum bisa diajak komunikasi," ujar Awi.

Yuniar, salah satu tetangganya menuturkan, Iin yang baru menempati kontrakan selama tiga bulan ini dikenal pendiam. "Kalau ngomong seperlunya saja," kata Yuniar.

BACA JUGA