Jacksen Ferreira Tiago berpose di depan kamera usai wawancara dengan Beritagar.id di sebuah kedai kopi Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa siang (11/4/2017).
Jacksen Ferreira Tiago berpose di depan kamera usai wawancara dengan Beritagar.id di sebuah kedai kopi Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa siang (11/4/2017). Wisnu Agung / Beritagar.id
TIMNAS INDONESIA

Jacksen F Tiago: Pemahaman taktik Malaysia jauh di atas Indonesia

Meski materi pemain lebih unggul, ia mengaku tak akan kaget kalau Indonesia dikalahkan Malaysia.

Jacksen Ferreira Tiago telah mencapai semuanya di dunia sepak bola. Pensiun sebagai pemain, melatih berbagai klub Indonesia serta Malaysia, dan pernah juga menangani Timnas—meski sebentar.

Makanya, jelang laga Indonesia Vs. Malaysia Kamis malam (5/9/2019), ia cukup antusias menantinya. Selain pernah merasakan atmosfer sepak bola di Malaysia, ia juga cukup dekat dengan Tan Cheng Hoe, pelatih Malaysia saat ini. “Dia pelatih yang bagus,” kata pria berusia 51 asal Brasil itu.

Di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan tim Persipura, ia bersedia diwawancarai soal laga kualifikasi grup Piala Dunia 2022 tersebut. Berikut tanya jawabnya melalui sambungan telepon pada Rabu siang (4/9/2019):

**-**

Menurut Anda, bagaimana peran Andik dan Saddil, dua pemain yang pernah dan sedang bermain di Malaysia, dalam taktik Timnas di pertandingan nanti?
Keberadaan dua pemain itu tidak bisa dikatakan keuntungan juga. Malaysia itu punya persiapan yang matang sekali.

Jadi, saya yakin Simon (Pelatih Timnas) tidak bergantung pada pendapat dua pemain saja. Pasti Simon punya analisa sendiri untuk meraih kemenangan.

Tapi dua pemain itu jadi figur penting di klub Malaysia. Mungkin saja mereka jadi pemain kunci juga di pertandingan besok?
Bisa saja. Kita lihat.

Anda melihat kualitas pemain Timnas saat ini mumpuni menghadapi Malaysia?
Pemain Indonesia jelas di atas Malaysia kalau bicara skill individu. Tapi kalau pemahaman taktik, pemain Malaysia jauh di atas Indonesia.

Karena sistem sepak bola di sana sudah terbangun sejak usia dini. Malaysia serius soal itu.

Meski Indonesia diunggulkan, saya tidak akan kaget kalau Indonesia kalah. Karena, Malaysia itu kuat dengan penerapan text book-nya. Sangat sempurna.

Kenapa pemahaman taktik Indonesia jauh ketinggalan dari pemain Malaysia?Pemain Indonesia itu sering menolak masukan pelatih. Apa lagi jika taktik itu berubah di tengah pertandingan.

Cukup sulit untuk menerapkannya. Sedangkan, pemain Malaysia itu lebih fleksibel akan perubahan, karena mereka terbiasa sejak muda untuk memahami taktik.

Bisa dikatakan kalau Indonesia sudah ketinggalan zaman dalam hal taktik?
Tidak juga. Sebenarnya saat ini banyak terjadi peningkatan di Indonesia. Ada kursus kepelatihan yang rutin dan pemainnya juga semakin pintar.

Tapi Malaysia, itu lebih giat lagi. Pengetahuan pelatih-pelatih mereka untuk taktik sepak bola modern sangat bagus. Mereka juga didukung infrastruktur yang modern.

Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe menyatakan tidak akan parkir bus saat pertandingan, apa kira-kira yang harus dilakukan Indonesia?
Bagaimanapun Malaysia tidak akan main terbuka dan menyerang. Mereka akan menunggu, untuk kemudian melakukan serangan balik.

Itu pola Malaysia selama ini dan telah jadi pola di liganya. Mereka tahu Indonesia akan bermain agresif. Tapi, begitu ada celah, mereka akan pakai kesempatan itu untuk cetak gol.

Apakah pemain Indonesia akan susah mendominasi saat melawan Malaysia?
Pemain Indonesia itu bermain impresif saat ini. Coba kamu lihat permainan mereka.

Saya rasa bisa sekali pemain melakukan dominasi itu. Pemain lokal juga telah tumbuh jadi bintang-bintang di liga. Semakin matang. Sebut saja Evan Dimas.

Bagaimana Anda melihat satu per satu lini Indonesia. Mana yang paling lemah dan unggul?
Saya tidak bisa menilai karena tidak tahu susunan pemain yang akan diturunkan Simon.

Pemain naturalisasi akan jadi kunci permainan Indonesia?
Maaf, saya tidak bisa bicara sejauh itu.

Kok tampak banyak sekali pemain naturalisasi di Indonesia. Apakah untuk sebuah Timnas, tren seperti ini adalah regenerasi yang sehat?
Saya juga tidak bisa komentar soal ini. Anda yang menilai. Saya tak mau nanti ada yang disudutkan. Isu ini pun bukan hal baru.

Faktanya, Jerman itu juara karena ada pemain naturalisasi. Jadi, ini bukan bicara baik buruk sebenarnya. Sebab, banyak negara lain melakukan hal sama.

Pandangan Anda tentang Tan Cheng Hoe?
Dia pelatih bagus. Kita pernah bertemu untuk bicarakan taktik. Dia punya pandangan yang baik atas taktik yang dia yakini.

Terbukti, ketika melatih klub, Cheng Hoe selalu mendapatkan satu gelar tiap tahunnya.

Apakah Anda masih menyimpan asa untuk melatih Timnas Indonesia?
Tidak. Saya sangat bahagia di Persipura.

Latihan dan persiapan tim Anda terganggu gak dengan situasi saat ini di Jayapura?
Biasa saja kita latihan. Tidak ada kendala berarti. Doakan saja, agar semua kembali seperti semula.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR