Jaksa ungkap Andi Narogong sebagai perwakilan Setya Novanto

Tersangka kasus korupsi KTP-el Andi Agustinus alias Andi Narogong bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Tersangka kasus korupsi KTP-el Andi Agustinus alias Andi Narogong bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/8/2017). | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang perdananya dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (14/8/2017). Andi didakwa melakukan korupsi proyek pengadaan e-KTP mulai penganggaran hingga pengadaan barang dan jasa.

Andi didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Ketua DPR, Setya Novanto; Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri; Sugiharto, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus pejabat pembuat komitmen; Diah Anggraini, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri; dan Drajat Wisnu Setiawan, mantan Sekretaris Ditjen Dukcapil

Dalam dakwaan yang dinukil Bisnis.com, Andi Narogong disebut mengajak Irman untuk menemui Setya Novanto, Ketua Fraksi Partai Golkar pada 2010. Setya mengatakan kepada Irman agar menghubungi Andi sebagai representasinya.

Persinggungan Andi Agustinus dan Novanto kembali terjadi dalam sebuah rapat dengan Anas Urbaningrum dan Muhamad Nazarudin dari Partai Demokrat.

Dalam pertemuan itu, mereka menyepakati total anggaran proyek sebesar Rp5,9 triliun itu akan dipotong 11,5% pajak. Selanjutnya 51% dari anggaran yang telah dipotong pajak tersebut atau sebesar 51% atau Rp2,6 triliun digunakan untuk belanja riil.

Setidaknya 49% dari sisa uang tersebut atau setara dengan Rp2,5 triliun akan dibagi ke sejumlah orang dengan perincian: 7% atau Rp365,4 miliar akan diberikan ke pejabat Kementerian Dalam Negeri, 2,5% atau Rp261 miliar diberikan kepada Komisi II DPR.

Selain itu, 11% atau Rp574,2 miliar akan disalurkan ke Setya Novanto dan Andi Narogong. Persentase serupa juga diberikan kepada Anas Urbaningrum dan Muhamad Nazarudin serta 15% atau Rp783 miliar akan diberikan kepada rekanan.

Pada pertemuan tersebut juga disepakati pelaksana proyek tersebut adalah BUMN agar mudah diatur. Pada September-Oktober 2010, Andi Agustinus memberikan uang kepada sejumlah anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR sebesar US$2,8 juta dolar agar menyetujui pembahasan proyek pengadaan.

Nama Narogong disebutkan berkali-kali dalam dakwaan jaksa dalam sidang dengan terdakwa Irman. Narogong merupakan pengusaha kelahiran Bogor, 24 September 1973.

Namanya mulai disebut oleh terpidana dan mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin memberi keterangan di KPK dan menyerahkan dokumen skema korupsi proyek e-KTP pada 2013. Narogong disebut berperan besar pada setiap tahapan pengadaan proyek e-KTP.

Proyek e-KTP telah menyeret sejumlah nama yang diduga menerima aliran dana. Meski banyak nama, kasus ini baru baru menjerat Irman dan Sugiaharto yang divonis 7 tahun penjara dan 5 tahun penjara.

Selain Irman dan Sugiharto, kasus e-ktp turut menyeret Narogong, Novanto serta anggota DPR Markus Nari sebagai tersangka. Kasus ini juga telah menyeret Miryam S Haryani sebagai tersangka karena diduga memberikan keterangan palsu saat sidange-KTP.

Sidang Andi Narogong akan dilanjutkan pada Senin (21/8/2017) pekan depan. Sidang Andi dipimpin oleh hakim John Halasan Butarbutar, hakim yang sama yang menyidangkan Irman dan Sugiharto. Jaksa pada KPK sudah menyiapkan daftar 150 saksi dan 8 ahli untuk memberikan keterangan di sidang terdakwa Andi Narogong.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR