TRANSPORTASI MASSAL

Jalur dua rel ganda Manggarai-Cikarang selesai 2020

Rangkaian KRL Commuter Line melintas dikawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/1/2019).
Rangkaian KRL Commuter Line melintas dikawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/1/2019). | Muhammad Iqbal /Antara Foto

Kementerian Perhubungan bakal meningkatkan kapasitas angkut Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuter Line menjadi 2 juta/hari dalam dua tahun mendatang. Karenanya Menteri Perhubungan menargetkan jalur dua rel ganda atau double double track (DDT) Manggarai-Cikarang akan selesai pada 2020.

Berdasarkan data PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) jumlah penumpang KRL sepanjang 2017 mencapai 315,8 juta penumpang, naik 12,55 persen dari tahun sebelumnya. Dengan demikian rata-rata ada sekitar 868 ribu penumpang/hari.

Dapat dibayangkan kekacauan yang timbul jika terjadi masalah terhadap moda transportasi umum tersebut dan hanya satu rel yang dapat dilalui.

Data penumpang tahun lalu (2018) belum dirilis tetapi KCI menargetkan jumlah penumpang KRL meningkat menjadi 320 juta orang atau rata-rata 879 ribu/hari.

Oleh karena itu, menurut Menhub, Budi Karya Sumadi, peningkatan kapasitas KRL Commuter Line perlu untuk dilakukan.

“Saya dapat informasi kalau hari-hari tertentu penuh, ya itu bagian yang harus kita tingkatkan. Sekarang ini kapasitasnya 1,2 juta penumpang per hari (target 2019), kita akan tingkatkan sampai 2 juta penumpang,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (7/1/2019).

Ia mengatakan, DDT berfungsi memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara, sehingga perjalanan menjadi semakin singkat dan tepat waktu. Dengan diselesaikannya DDT nantinya kapasitas KRL Commuter Line juga akan meningkat.

Nantinya, jarak waktu antara Commuterline juga akan dipersingkat dari saat ini 5 menit menjadi hanya 3 menit. Menurutnya, hal tersebut akan membuat KRL bisa menampung lebih banyak orang dan diharapkan tepat waktu.

"Kami juga akan mengubah dari fixed block menjadi moving block," ujarnya.

Fixed block dan moving block adalah sistem persinyalan atau cara mengatur kereta yang akan melaju pada rel yang sama. Satu blok hanya bisa dilintasi oleh satu kereta sehingga kereta lain akan menunggu pada jarak aman.

Bedanya, dipaparkan Railway and Electrical, fixed block akan membuat kereta akan berhenti sedikitnya tepat satu blok--sekitar 200 meter--di belakang kereta di depannya. Sistem ini masih dipakai oleh kereta api di Indonesia.

Moving block menggunakan komunikasi radio yang lebih canggih--Communication Based Train Control (CBTC)--sehingga kereta tak perlu berhenti sejauh satu blok dari kereta di depannya, melainkan pada jarak yang dipandang aman.

Oleh karena itu, sistem sinyal moving block akan membuat jeda antara kereta yang akan masuk ke stasiun menjadi lebih cepat dibandingkan fixed block. Waktu perjalanan pun bisa dipangkas.

Video yang diunggah Land Transport Authority (LTA) Singapura di bawah ini bisa memperjelas perbedaan antara dua sistem sinyal tersebut.

Upgrading Singapore's Signalling System /LTA singapore

3 Bagian rel ganda Manggarai-Cikarang

Proyek pembangunan jalur KA rel ganda Manggarai-Cikarang terdiri tiga bagian. Bagian pertama yaitu Manggarai-Jatinegara, bagian kedua Jatinegara-Bekasi, dan bagian ketiga Bekasi-Cikarang.

Saat ini pengerjaan DDT terkendala dengan ketersediaan waktu kosong (window time) jalur kereta yang sangat padat. KRL Commuter Line sendiri baru berhenti beroperasi pada pukul 12 malam dan sudah melayani penumpang kembali pada pukul 5 pagi.

Waktu kosong untuk pembangunan jalur DDT tersebut tidak bisa ditambah lagi karena berisiko mengorbankan kepentingan penumpang

"Butuh waktu dua tahun hingga 2020. Prosesnya lama karena dalam sehari hanya bisa mengerjakan pembangunan maksimal selama 4 jam," ucap Menhub Budi.

Executive Vice President Daop 1 Jakarta, R. Dadan Rudiyansyah, mengatakan bahwa manfaat utama dari adanya DDT Manggarai-Cikarang itu memang untuk menambah kapasitas hilir mudik kereta, baik itu kereta antar-kota maupun commuter line.

"Manfaatnya pasti peningkatan kapasitas. Bisa dua kali lipat," ujarnya dalam detikcom.

Penambahan jalur kereta memang sepertinya sangat dibutuhkan. Untuk wilayah DAOP 1 saja ada sekitar 1.300 lebih perjalanan kereta api setiap hari saat ini. Paling banyak memang melewati Stasiun Manggarai. Hampir setengah dari total perjalanan kereta api yang diatur DAOP 1 ada di Stasiun Manggarai.

"Sekarang di Manggarai saja ada 720 perjalanan kereta api yang lewat," tambah Dadan.

Dengan adanya DDT tersebut, Dadan yakin waktu yang dihabiskan para penumpang commuter line juga lebih sedikit. Sebab kereta commuter line tak lagi harus mengalah jika ada kereta lintas kota.

"Sekarang kan banyak antre, ya nanti enggak akan ada antrean. Nanti jalur KRL ya khusus KRL, terus kalau untuk kereta antarkota juga khusus," tambahnya.

Sejak tahun 2017 telah dioperasikan tiga stasiun yang terhubung dengan dua rel ganda yakni Stasiun di Bekasi Timur, Cibitung, dan Cikarang. Sedangkan pada tahun lalu telah diselesaikan revitalisasi lima stasiun, yakni Stasiun Kranji, Cakung, Buaran, Klender Baru, dan Klender.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR