TUJUAN WISATA

Jalur pendakian Rinjani kembali dibuka

Panorama puncak Gunung Rinjani terlihat dari Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, Selasa (23/10/2018).
Panorama puncak Gunung Rinjani terlihat dari Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, Selasa (23/10/2018). | Ahmad Subaidi /AntaraFoto

Usai ditutup karena bencana gempa bumi pada Minggu (5/8/2018), Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dibuka untuk pendakian.

"Atas izin Pemerintah pusat, jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka," ujar Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT, saat pembukaan area Parkir Taman wisata air terjun Benang Stokel Desa Aik Berik, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (19/11).

Jalur pendakian yang dibuka ialah Jalur Aik Berik. Jalur yang melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batuklian Utara, Lombok Tengah, ini merupakan satu dari empat jalur pendakian resmi ke gunung setinggi 3.726 m dpl tersebut.

Setelah melalui beberapa survei, jalur tersebut diklaim paling aman saat ini. Pembukaan kembali jalur ini pun telah melewati berbagai proses, termasuk pemenuhan persyaratan dan melibatkan berbagai pihak.

Sedangkan tiga jalur lainnya; yakni Timbanuh, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara, masih ditutup.

Kondisi ketiga jalur ini masih rusak berat akibat gempa bumi dan longsor yang terjadi di beberapa bagian lereng gunung. Alhasil kondisi ini membahayakan keselamatan pendaki.

Jalur Aik Berik juga disebut-sebut memiliki banyak keunggulan. Misalnya, lokasinya dekat dengan bandara.

Jalur ini juga dikelilingi oleh kekayaan alam yang masih sangat terjaga seperti pepohonan, tiga air terjun, dan satwa liar yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Jalur ini juga dianggap paling dapat memenuhi kebutuhan air para pendaki.

Kendati demikian, Suhaili dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Sudiyono, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penataan jalur pendakian agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Peluang ini bisa menciptakan lapangan kerja masyarakat, sehingga bisa dijadikan tempat untuk mencari rezeki," jelas Suhaili dilansir Bali Post, Senin (19/11).

Nantinya, jalur pendakian Aik Berik akan memiliki lima titik. Masing-masing di Desa Karangsidmen, Desa Lantan, Desa Seteling, dan Desa Aik Bual. Jalur tersebut nantinya akan bertemu di satu titik batas wilayah Gunung Rinjani yang dikelola oleh TNGR.

"Jalur pendakian ini nanti yang terindah, ternyaman, dan termodern sedunia. Ini juga bisa jadi penyeimbang antara pengembangan pariwisata di selatan dengan di utara," pungkas Suhaili dalam Liputan6.com, Rabu (21/11).

Pemulihan sektor wisata

Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, mengatakan pembuaan kembali jalur pendakian ini juga sebagai salah satu wujud pemulihan wisata NTB pascagempa.

"Saat ini proses pemulihan untuk NTB sudah berjalan baik dan saat ini Lombok sudah mulai ramai di kunjungi wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya pada World Travel Market (WTM) 2018 di London (Inggris) awal November juga mempromosikan jika NTB sudah bangkit. Lombok sudah aman untuk dikunjungi," ujar Guntur dilansir Tempo.co.id, Selasa (20/11).

Tak hanya pembukaan jalur pendakian di TNGR, akhir pekan ini akan ada juga Pesona Lombok Rally Wisata Nasional 2018 yang diprakarsai oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB. Acara yang bertujuan untuk mengasah kemampuan pengendara mobil dengan tim itu akan dilaksanakan pada 24-25 November.

"Kami akan mengajak peserta untuk berkompetisi sembari berwisata. Melihat keindahan destinasi unggulan Lombok, sekaligus mengasah wawasan, khususnya tentang pariwisata dan budaya," jelas Ketua IMI NTB, M. Nur Haedin, yang juga Pengarah Pesona Lombok Rally Wisata Nasional 2018 dalam Merdeka, Selasa (20/11).

Lombok sempat menggelar Sepeda Nusantara 2018 di Senggigi, Lombok Barat, Minggu (11/11). Acara bersepeda santai ini merupakan program unggulan Kemenpora di bawah payung "Ayo Olahraga".

"Melalui event Sepeda Nusantara ini kita menunjukkan kepada dunia luar, baik nusantara maupun internasional bahwa Lombok aman untuk kembali dikunjungi," ucap Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam lansiran Kompas.com, Minggu (11/11).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR