INDUSTRI PARIWISATA

Janji lahan untuk pariwisata di Danau Toba

Presiden Joko "Jokowi" Widodo berbincang dengan petani di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019).
Presiden Joko "Jokowi" Widodo berbincang dengan petani di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019). | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Pemerintah Pusat bakal mengambil alih lahan konsesi yang dimiliki sejumlah perusahaan swasta di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata dan pertanian.

Luasan tanah yang diincar berkisar 148 ribu hektare. Setelah berpindah kewenangan, tanah bakal diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dikembangkan sesuai potensi wilayahnya.

Salah satu yang berpotensi untuk diambil alih adalah lahan milik PT Toba Pulp Lestari dengan luas mencapai 11.894,85 hektare, di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.

Potensi besar yang hendak digali di kawasan tersebut adalah agrowisata. Saat ini, di lokasi sedang dikembangkan perkebunan jeruk seluas 100 hektare, bawang putih seluas 50 hektare, dan juga peternakan sapi dan kerbau.

Ke depannya, Jokowi berharap luasan perkebunan jeruk serta bawang putih bisa mencapai ribuan hektare. Selain itu, sekitar 533 hektare di antara lahan yang bakal diambil alih dari PT Toba Pulp Lestari juga akan dikembangkan untuk perkebunan bunga.

“Tanahnya kurang karena memang masih dikuasai konsesi. Nah ini yang nanti mau saya ambil. Saya berikan ke bupati atau gubernur untuk dibesarkan,” kata Presiden Joko “Jokowi” Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi, Rabu (31/7/2019).

Bukan hanya demi menarik perhatian wisatawan, Jokowi turut memasang target pengembangan pertanian di wilayah tersebut sanggup memenuhi kebutuhan pangan untuk wilayah Sumatra Utara.

“Kita harapkan bawang putih misalnya. Tak perlu sampai menyuplai nasional, cukup Sumatra Utara saja sudah bagus banget, bisa mengurangi impor banyak sekali itu,” kata Jokowi.

Tidak dijelaskan kapan proses pengambilalihan bakal dimulai pun dirampungkan. Kendati demikian, Jokowi berharap pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba bisa selesai pada akhir tahun 2020.

Kendati demikian, proses pembenahan bakal beriringan dengan perbaikan skill sumber daya manusia (SDM) di wilayah sekitar, salah satunya melalui pelatihan pertanian organik kepada petani di sekitar lokasi.

"Saya kira proses-proses seperti ini diperlukan, rakyat diberi contoh, petani diberi contoh, sehingga cara mengembangkannya gampang," ujar Jokowi.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, di kawasan Humbang Hasundutan juga akan dibangun hotel bintang 4 dan rumah penginapan (homestay).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, pada tahun ini ditargetkan satu hotel bintang 4 dengan delapan lantai bakal selesai dibangun di Humbang Hasundutan.

Sementara, bangunan penginapan lainnya bakal menyusul secara pararel. “Tapi tadi ada ide juga untuk merenovasi rumah adat dan dijadikan penginapan,” kata Arief kepada Beritagar.id di lokasi.

Perkebunan jeruk dan hasil panen bawang putih di Desa Parsingguran, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019).
Perkebunan jeruk dan hasil panen bawang putih di Desa Parsingguran, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019). | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Kembang biak sapi Belgia

Desa agrowisata Parsingguran, Humbang Hasundutan, diproyeksikan menjadi kawasan tropis pertama yang memiliki peternakan sapi jenis Belgian Blue. Sudah ada tiga ekor, 1 jantan dan 2 betina, yang sedang diujicobakan untuk berkembang biak di wilayah ini.

Pengembangbiakan sapi Belgian Blue di Indonesia dimulai pada tahun 2016. Kementerian Pertanian, melalui Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor, Jawa Barat, mengembangbiakkan sapi hasil teknologi transfer donor embiro dari Belgian Blue Cattle asal Belgia.

Proses kembang biak berlangsung selama dua tahun, sampai sapi jantan pertama lahir pada 30 Januari 2017 dengan bobot 62,5 kilogram (kg). Sapi kedua lahir pada 9 Desember 2017 dengan berat 51 kg berjenis kelamin betina.

Pengembangbiakan lanjutan dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijuan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa Palembang, Sumatra Selatan.

Pada 23 Mei 2019, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengirim permohonan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk bantuan hibah ternak sapi Belgian Blue.

Permohonan disetujui. Pada 20 Juli 2019, tiga sapi Belgian Blue yang dikembangbiakan di Palembang dikirim menuju Humbang Hasundutan.

Tiga sapi Belgian Blue di Desa Parsingguran, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019).
Tiga sapi Belgian Blue di Desa Parsingguran, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019). | Ronna Nirmala /Beritagar.id

Rata-rata berat kelahiran sapi Belgian Blue murni mencapai 52,4 kg dengan penambahan berat badan harian sekitar 1,2 kg sampai 1,6 kg. Bobot sapi jantan dewasa Belgian Blue diperkirakan bisa mencapai 1.100 kg-1.250 kg, menjadikannya sebagai salah satu sapi raksasa di dunia.

Jika pengembangbiakan Belgian Blue berhasil, maka hasil produksinya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan daging serta pengembangan bibit unggul nasional.

“Baru tiga, baru coba. Sapinya tadi pas ditanya katanya happy. Oke berarti tambah lagi, karena dari sapi dan kerbau nanti kotorannya bisa dipakai untuk pupuk, arahnya organik seperti itu,” tukas Jokowi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR