TELEKOMUNIKASI

Jaringan internet tol langit resmi mengudara

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menkominfo Rudiantara (kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri) dan Seskab Pramono Anung meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019).
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menkominfo Rudiantara (kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri) dan Seskab Pramono Anung meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019). | Puspa Perwitasari /AntaraFoto

Jaringan tulang punggung (backbone) internet kecepatan tinggi akhirnya tersedia, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga ke Rote.

Senin (14/10/2019), Presiden Joko “Jokowi” Widodo meresmikan rampungnya proyek Palapa Ring, baik untuk wilayah Barat, Tengah, dan Timur Nusantara.

Jokowi menyebut proyek ini sebagai “tol langit”, karena mampu memberikan akses konektivitas melalui jaringan telekomunikasi tanpa batasan jarak dan waktu.

“Dunia telah berubah dari era analog ke era digital. Teknologi digital hari ini telah menerobos batasan jarak, batasan waktu, dan komunikasi. Pengiriman informasi bisa dilakukan secara cepat tanpa kendala jarak dan waktu,” kata Jokowi, dalam acara peresmian di Istana Negara, Jakarta.

Dalam perjalanannya, penyelesaian proyek yang telah digagas sejak 2005 ini tak mengalami penundaan yang cukup signifikan. Proyek yang dimulai pada November 2016—Palapa Ring Barat—memang ditargetkan rampung pada 2019.

Meski, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku ada persoalan pengerjaan proyek Palapa Ring Timur yang menyebabkan penyelesaiannya mundur dari batas akhir Kuartal II/2019 menjadi akhir Agustus 2019.

Proyek Palapa Ring juga diharapkan menjadi tumpuan semua penyelenggara dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia serta terintegrasi dengan jaringan yang telah ada.

Target proyek Palapa Ring adalah untuk menghubungkan 5,8 juta orang yang tinggal di 57 kabupaten/kota, dengan menggunakan jaringan fiber optic sepanjang 12.148 kilometer (km) dan total 55 hotspots.

Seluruh 57 kabupaten/kota itu berlokasi di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan), dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit dan pendapatan rata-rata rendah.

Daerah 3T dapat anggapan kurang layak secara komersial oleh para operator jaringan di Indonesia, sehingga tak menarik untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi.

Menurut rencana, proyek ini ditargetkan menyediakan kecepatan akses 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Jaringan kabel serat optik itu sejalan dengan Rencana Pita Lebar (broadband) Indonesia 2014-2019.

Pengelolaan implementasi dan operasi Palapa Ring diserahkan kepada tiga Badan Usaha Pelaksana (BUP) dengan kontrak selama 15 tahun. Perinciannya yakni Paket Barat oleh Palapa Ring Barat (PRB), Paket Tengah oleh Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), dan Paket Timur oleh Palapa Timur Telematika (PTT).

Jangkauan Palapa Ring di 57 Kabupaten/Kota.
Jangkauan Palapa Ring di 57 Kabupaten/Kota. | Istimewa /Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Inform

Pembangunan Palapa Ring dilakukan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).

Selain mendapatkan pendampingan proses transaksi, Palapa Ring juga menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP) dari Kemenkeu. AP ini mencakup biaya modal, biaya operasional, dan keuntungan wajar yang diinginkan badan usaha.

Palapa Ring Tengah bernilai Rp1,7 triliun dengan masa konsesi 15 tahun. Jaringan kabel fiber optiknya sekitar 2.700 kilometer (km) dan menjangkau 17 kabupaten dan kota terpencil di wilayah Indonesia tengah.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) bertindak sebagai penjamin proyek agar investor swasta tertarik berpartisipasi.

Proyek Palapa Ring Barat diselesaikan dengan anggaran senilai Rp3,48 trliun. Jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km ini melintasi kawasan barat Tanah Air.

Sementara, anggaran pembangunan infrastruktur Palapa dipatok senilai Rp 5,1 triliun. Jangkauannya meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat hingga pedalaman Papua. Total panjang kabel serat optik mencapai 8.450 km.

Tarif jaringan Palapa Ring

Besaran tarif jaringan Palapa Ring akan dibagi menurut kategori wilayahnya: Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut penetapan tarif penyediaan kapasitas pita lebar (bandwidth) berdasarkan nilai investasi, harga pasar, dan jumlah pengguna jasa.

Setiap pengguna jasa penyediaan kapasitas pita lebar hanya dapat menggunakan kapasitas maksimal 10 Gbps.

Adapun tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark dihitung berdasarkan pertimbangan biaya per unit layanan dengan turut memerhatikan nilai investasi, panjang dan lokasi kabel, dan harga pasar.

Sebagai penyelenggara, khusus pelanggan Palapa Ring Timur akan mendapatkan potongan harga sesuai kebijakan BAKTI. Terdapat skema diskon untuk 4 (empat) pelanggan pertama Palapa Ring Timur

Detail tarif jaringan Palapa Ring bisa dilihat pada rilis resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tautan ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR