TELEKOMUNIKASI

Jaringan telekomunikasi dan internet di Maluku Utara sempat putus

Seorang pelanggan warung kopi mulai mengakses jaringan internet di Ternate, Sabtu (29/12/2018) siang, setelah akses komunikasi yang putus sudah kembali normal.
Seorang pelanggan warung kopi mulai mengakses jaringan internet di Ternate, Sabtu (29/12/2018) siang, setelah akses komunikasi yang putus sudah kembali normal. | Hairil Abdul Rahim /Antara Foto

Akses jaringan telekomunikasi di Maluku Utara mengalami gangguan selama tiga hari belakangan. Jaringan itu mati total dan baru dapat diakses kembali mulai Sabtu (29/12/2018) pukul 00.20 malam WIT.

Gangguan jaringan telekomunikasi ini menyebabkan aktivitas pelanggan Telkom dan Indihome, serta beberapa pelanggan corporate dan instansi pemerintahan di provinsi kepulauan itu terhenti. Dampak ini juga dirasakan warga di wilayah Ternate, Kepulauan Sula, Labuha, Tidore Kepulauan, ibu kota Sofifi, dan Pulau Halmahera.

"Itu terjadi sejak Rabu (26/12) pukul 08.23 pagi WIT, jaringan Telkom tidak bisa diakses. Saat itu saya langsung cek ke PT Telkom Ternate, petugas bilang 3-4 hari baru bisa aktif," kata Devi Agustin, seorang pengelola warung kopi, ketika disambangi Beritagar.id, di lingkungan BTN, Ternate Tengah, Ternate, Sabtu (29/12/2018) pagi.

Devi mengatakan putusnya jaringan Telkom menyebabkan usahanya merugi. Warung kopi miliknya yang memanfaatkan jaringan internet Indihome jadi sepi pelanggan.

Hal senada, disampaikan Indrawati Radji, warga kota Ternate, yang memanfaatkan jaringan internet untuk menjalankan bisnis usaha jual beli online melalui media sosial. Indrawati bahkan tidak bisa bertransaksi melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan berkomunikasi dengan pelanggannya yang tersebar di Sanana, Labuha, Pulau Morotai, dan Tidore.

Melalui siara pers yang diterima Beritagar.id, Sabtu (29/12), Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, menjelaskan jaringan komunikasi menghilang sejak Rabu (26/12) pukul 08.23 pagi WIT itu lantaran kabel laut serat optik ruas Namlea-Sanana putus di titik 183 km dari Tersili.

"Telkom menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada pelanggan yang terkena dampak gangguan ini. Untuk mempercepat pemulihan, Telkom mengirimkan tim ahli dari Makassar dan Jakarta sehingga diharapkan proses recovery (pemulihan) berlangsung lebih cepat," sambung Arif.

Rina Noviani, Corporate Communication PT Telkomsel Indonesia Area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan, mengakui matinya jaringan itu menyebabkan terganggunya layanan komunikasi Telkomsel.

Maluku Utara adalah salah satu wilayah jaringan pengguna Telkomsel. Sebagian besar penduduk di sana menggunakan kartu Telkomsel untuk akses komunikasi via telepon dan sms. Sedangkan sisanya yang sedikit adalah pelanggan Indosat.

"Saat ini kami terus memaksimalkan layanan komunikasi ini dengan mengalihkan akses telekomunikasi melalui backup satelit. Upaya ini dilakukan untuk menangani gangguan yang terjadi agar layanan bisa normal," kata Rina.

Putusnya kabel laut jaringan telekomunikasi antara jalur Maluku Utara di Namlea-Sanana itu diduga akibat gempa dan badai laut yang belakangan terus terjadi. Sejauh ini belum ada penjelasan resmi apa penyebab putusnya kabel vital bawah laut itu.

Di sisi lain, Account Manager PT Telkomsel Indonesia Wilayah Maluku Utara, Nurasi M Langkeja, menambahkan bahwa matinya telekomunikasi tersebut akibat dari gangguan Link SMPC (Kesatuan Sistem Kabel Optik Darat dan Laut yang menghubungkan Sulawesi, Maluku dan Papua).

"Ini yang menyebabkan layanan komunikasi data dan internet terganggu. Kami atas nama PT Telekomunikasi Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang menggunakan layanan PT Telkom Indonesia," kata Nurasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR