OTT KPK

Jejak Bupati Lampung Selatan yang ditangkap KPK

Keluarga dari terduga tersangka operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutupi wajah saat keluar dari Polda Lampung, Lampung, jumat (27/7/2018).
Keluarga dari terduga tersangka operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutupi wajah saat keluar dari Polda Lampung, Lampung, jumat (27/7/2018). | Ardiansyah /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis (26/7/2018) malam hingga Jumat (27/7/2018) pagi. Dalam operasi itu, KPK menyita uang Rp700 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang diduga terkait proyek infrastruktur.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan tangkapan KPK dalam operasi tangkap tangan itu merupakan Kepala Daerah atau Bupati, anggota DPRD, swasta dan pihak lain yang terkait. "Diduga terkait proyek infrastruktur," kata Agus melalui Antaranews.

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, merupakan adik kandung dari Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Zainudin terpilih menjadi Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021 melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Selatan pada 16 Desember 2015, pasangan Zainudin Hasan-Nanang Ermanto meraih 57,82 persen suara.

Dilansir laman resmi Kabupaten Lampung Selatan, lahir di Desa Pisang pada 12 Januari 1965 dari pasangan Hasan dan Siti Zaenab.

Zainudin pernah menjadi Fungsionaris di DPP Partai Golkar pada 1999-2000. Ia juga pernah menjadi Pengurus di Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia pada tahun 1999-2006 dan menjadi Bendahara LBH UIC (Lembaga Bantuan Hukum Universitas Ibnu Chaldun) pada tahun 1997-2003.

Karirnya dalam dunia politik pun kian melejit pada 2003, Zainudin menjadi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Lampung. Ia juga merangkap sebagai Badan Advodkasi (BAKUMHAM) DPP Partai Golkar pada tahun 2003. Zainudin memimpin partai yang belambang pohon beringin di Lampung Selatan pada 2004.

Seusai terpilih sebagai Bupati, beberapa prestasi ia torehkan seperti Penghargaan Anugerah Pangripta Saburai 2017 kategori Kabupaten terbaik I (pertama) Rencana Pembangunan se-Provinsi Lampung. Penghargaan terkini adalah sebagai Kota Layak Anak tahun 2018, pada malam penganugerahan yang dirangkai dengan peringatan Hari Anak Nasional 2018.

Bupati Zainudin juga menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) tahun 2018. Pada 31 Juli 2018 nanti, Lampung Selatan menjadi tuan rumah puncak Peringatan Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-XXV Tingkat Propinsi Lampung.

Selain beragam penghargaan, Bupati Zainuddin pun pernah mencanangkan zona integritas bebas dari korupsi di pemerintahan Lampung Selatan pada November 2016 lalu. Pencanangan tinggal pencanangan, sampai akhirnya terjadilah operasi tangkap tangan oleh KPK.

Operasi tangkap tangan ini sekaligus mengukuhkan jabatan Bupati sebagai sebagai "juara" dalam jumlah kepala daerah terseret kasus korupsi.

Berdasarkan data Mahkamah Agung yang diolah Lokadata Beritagar.id, ada 74 bupati yang terseret kasus korupsi dan sudah masuk persidangan di pengadilan sejak 2001-2017. Adapun wali kota ada 25 terdakwa, gubernur (15), wakil bupati (5), wakil wali kota (3), serta calon wakil bupati dan calon wakil bupati masing-masing satu terdakwa.

Terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Labuhanbatu, Sumatra Utara, Pangonal Harahap, Rabu (18/7/2018), sebagai tersangka dugaan korupsi proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2018.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR