KASUS E-KTP

Jejak-jejak pengantar Setya jadi tersangka korupsi E-KTP

Ketua DPR Setya Novanto seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7). KPK menetapkan Setya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP
Ketua DPR Setya Novanto seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7). KPK menetapkan Setya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP | Hafidz Mubarak A /ANTARA

KPK akhirnya menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP elektronik alias E-KTP.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, Setya diduga telah mengkondisikan pengadaan barang dan jasa E-KTP lewat Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Agus menjelaskan, Setya diduga memiliki peran dalam setiap proses pengadaan E-KTP. "Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran baik dalam proses perencanaan pembahasan anggaran pengadaan barang dan jasa," kata Agus, Senin (17/7) seperti dikutip dari detikcom.

Andi Narogong, yang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus yang merugikan duit negara hingga Rp2,56 triliun ini, mengaku memang kenal dengan Setya. Mereka kenal karena urusan percetakan kaus pemilu pada 2009 lalu.

"Saya kenal dengan Pak Setya Novanto, saya kenal. Saya kenal waktu itu ada urusan mengenai kaus pemilu, sekitar tahun 2009. Beliau memesan kaos-kaos dan atribut kampanye," kata Andi saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, Senin (29/5).

Setya, kata Agus, diduga juga mengatur para peserta lelang bersama Andi Narogong. Setya ditenggarai memilih perusahaan yang bakal menggarap proyek itu. "SN melalui AA diduga telah mengkondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP," ujarnya seperti dipetik dari CNNIndonesia.com.

Peran Setya pernah diungkap oleh saksi dan terdakwa lain. Menurut Agus, dalam sidang terdakwa Irman dan Sugiharto terungkap fakta yang menguatkan status tersangka Setya.

Irman menyebut saat Andi menemuinya, Andi menyebut Setya sebagai kunci proyek E-KTP.

Paulus Tanos, Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, salah satu pemenang tender menyebut pernah dua kali ketemu Setya terkait proyek ini.

Hotma Sitompoel, pengacara Paulus menyatakan, kliennya pernah menyatakan Setya adalah "pemegang" proyek E-KTP. Dalam BAP Hotma menjelaskan, dia dapat informasi dari kliennya bahwa Setya adalah pemegang proyek E-KTP.

Skandal E-KTP
Skandal E-KTP | Antyo /Beritagar.id

Jaksa KPK Mufti Nur Irawan saat membacakan tuntutan kepada Irman dan Sugiharto, Kamis (22/6) menyebutkan, telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini (Sekretaris Jenderal Kemendagri), Drajat Wisnu, Isnu Edhi dan Andi Narogong.

Pertemuan Setya dengan Diah, dan Andi Narogong di Hotel Gran Melia Jakarta, menunjukkan telah terjadi pertemuan kepentingan yang menjadi awal delik korupsi.

Andi menginginkan proyek. Diah dan para birokrat yang melaksanakan pengadaan barang dan jasa, Setya saat itu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar memiliki pengaruh di DPR. Apalagi waktu pertemuan tersebut tak wajar, pukul 6 pagi.

Setya juga berupaya menghilangkan jejak. Dia diduga memerintahkan Diah untuk menyampaikan pesan kepada Irman, agar mengaku tidak mengenal Setya saat ditanya penyidik KPK.

Setya tentu mengelak dengan pengakuan saksi lain. Dia pernah bersumpah tak terlibat dalam kasus ini. "Saya bersumpah tidak pernah membicarakan kasus E-KTP. Saya heran kenapa dikait-kaitkan," ujar Setya, Selasa (7/3), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Tak hanya itu, ia bahkan menjanjikan duit Rp1 miliar jika ada yang bisa membuktikan keterlibatannya.

Akibat perbuatannya, Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR disangka melanggar Pasal 3 atau 2 ayat 1 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Ancamannya, penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

KPK tak hanya akan berhenti di Setya dan akan memburu nama-nama yang ada dalam berkas dakwaan.

Para pejabat yang disebut dalam surat dakwaan itu antara lain mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini, Drajat Wisnu dan Direktur Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya. Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tak luput juga dari dakwaan.

Politisi DPR periode 2009-2014, banyak juga yang kena mention. Chairuman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa, Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Miryam S Haryani.

Selain itu ada Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Ade Komarudin, dan Marzuki Ali.

Ada nama-nama lain baik pejabat, panitia, anggota DPR dan perusahaan yang disebut menikmati duit bancakan ini.

Setya mungkin akan kehilangan duit Rp1 miliar. Tapi dia akan kedatangan banyak teman satu golongan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR