E-COMMERCE

Jelang promo 9.9, siapa jawara e-commerce di Indonesia

Ilustrasi seorang konsumen membandingkan harga di dua platform e-commerce.
Ilustrasi seorang konsumen membandingkan harga di dua platform e-commerce. | Rommy Roosyana /Beritagar.id

Senin (9/9/2019) besok, beberapa e-commerce akan menggelar promo belanja online 9.9. Platform e-commerce, ramai-ramai menggelar diskon besar-besaran. Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, Blibli, dan e-commerce lainnya menggelar promo potongan harga.

Menurut survei yang digelar Shopback, salah satu layanan promo e-commerce, tahun ini belanja online akan makin besar.

Survei terhadap 5.003 responden di lima kota besar di Indonesia itu mendapati, 66 persen responden menyatakan bersedia mengeluarkan uang lebih besar pada hari belanja online nasional akhir tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Data historis Shopback mencatat tahun 2018, nominal rata-rata konsumen belanja online tercatat sebesar Rp2,2 juta per bulan. Pada paruh pertama 2019, jumlahnya naik menjadi Rp3,8 juta per bulan.

Head of Communications Shopback Indonesia Vinda Karuna Mudita menyatakan , hal ini mencerminkan masyarakat makin antusias berbelanja secara online.

Menurut Executive Director ATT Authorized Global Partner Alibaba.com, Amalia Prabowo, e-commerce setiap tahun berkembang hingga 23 persen. Sehingga, perdagangan online akan makin besar sudah menjadi sarana wajib untuk memasarkan produk dan jasa.

Pelaku usaha harus bisa adaptasi dan siap mengikuti perkembangan. "Jadi e-commerce itu bukan pilihan, tapi wajib," kata Amalia dalam diskusi yang gelar Asosiasi e-Commerce Indonesia ( idEA) di Jakarta, Jumat, (16/8/2019) lalu, seperti dikutip dari Kompas.com.

Seturut dengan paparan Amalia, Riset Google dan Temasek menunjukkan, tahun lalu nilai transaksi di e-commerce Indonesia alias Gross Merchandise Value (GMV) tembus AS$12,2 miliar atau setara Rp176 triliun.

Angka ini tampaknya akan terus menanjak. Tokopedia misalnya. Hanya pada satu bulan tahun ini, sepanjang Ramadan atau di bulan Mei mencatat rekor AS$1,3 miliar atau setara Rp18,5 triliun.

Sedangkan Bukalapak, transaksinya mencapai AS$5 miliar sekitar Rp70 triliun sepanjang semester I tahun ini. Tiap hari, platform ini mencatat ada 2 juta transaksi.

Shopee, pada kuartal I tahun ini mencatat GMV hingga AS$3,5 miliar, atau setara Rp49 triliun. Tapi angka itu adalah transaksi di 7 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Lalu siapa yang yang menjadi jawara e-commerce?

Menurut data iPrice, layanan pembanding e-commerce, Tokopedia adalah jawaranya toko online di Indonesia. Data pada kuartal 2 2019 menunjukkan, tiap bulan Tokopedia dikunjungi sebanyak 140 juta kali. Angka ini melampaui para pesaingnya. Shopee, pesaing terdekatnya, angka kunjungan per bulan 'hanya' sekitar 90 juta kali. Jawara ketiga adalah Bukalapak, dengan 89 juta kunjungan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR