PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Jembatan Batam-Bintan sepanjang 7 km dibangun tahun depan

Foto Ilustrasi. Jembatan Holtekamp yang dibangun pemerintah era Presiden Jokowi menjadi ikon baru Jayapura, Papua, Kamis (28/2/2018).
Foto Ilustrasi. Jembatan Holtekamp yang dibangun pemerintah era Presiden Jokowi menjadi ikon baru Jayapura, Papua, Kamis (28/2/2018). | Gusti Tanati /Antara Foto

Pemerintah berencana membangun Jembatan Batam-Bintan sepanjang 7,04 kilometer untuk menghubungkan pulau-pulau di Selat Malaka, pada 2020. Pembangunan jembatan laut itu untuk mengembangkan sektor industri dan pariwisata di kawasan tersebut.

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang berada di Kepulauan Riau itu dibiayai pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nilai proyek jembatan itu mencapai Rp3 triliun hingga Rp4 triliun, menggunakan pembiayaan dengan skema tahun jamak (multiyears contract).

"Pembangunan Jembatan Babin akan dimulai pada 2020, tentunya berdasarkan kelayakan teknis dan ekonomisnya," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis di laman resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) dikutip Minggu (14/7/2019).

Jembatan Babin akan memiliki empat tapak (pilar) utama yang memanjang mulai dari Pulau Batam, Pulau Ngenang, Pulau Tanjung Sauh, sampai ke Pulau Bintan.

Pembangunannya dibagi menjadi tiga trase, yakni trase pertama menghubungkan Pulau Batam ke Pulau Tanjung Sauh (2,12 km); trase kedua menghubungkan Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Buau (4.1 km); dan trase ketiga menghubungkan Pulau Buau ke Pulau Bintan sepanjang (855 meter).

Saat ini Kementerian PUPR tengah menyusun studi kelayakan (FS) dan desain detail teknis (DED) yang ditargetkan rampung pada akhir 2019. Pemerintah memperkirakan proyek pembangunan akan berjalan selama tiga hingga empat tahun.

Ketika selesai, jembatan ini akan meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik di Kepulauan Riau. Selain itu, Jembatan Babin akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh serta kawasan industri dan pariwisata di Pulau Galang dan Bintan.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono mengatakan, pembangunan Jembatan Babin membutuhkan perhatian semua pihak. Rencana proyek ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Sumatra.

Pembangunan infrastruktur, seperti kerap disebutkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, merupakan salah satu fokus utama pemerintahannya.

Dalam akun Instagram resminya, Jokowi memaparkan bahwa selama empat tahun memimpin, total panjang jembatan yang dibangun pemerintah bila disambung seluruhnya mencapai 41 kilometer.

"Lebih dari 41 kilometer! Dari yang megah dan menjadi ikon daerah seperti Jembatan Holtekamp di Jayapura dan Jembatan Kali Kuto di ruas tol Batang-Semarang, sampai jembatan yang dibangun semata-mata untuk menunjang arus logistik, konektivitas transportasi, dan lain-lain," tulis Presiden Jokowi (13/3).

View this post on Instagram

Pada 1 November 2017, saya datang ke Muara Gembong, Bekasi, ikut menebar benih udang di tambak-tambak di areal perhutanan sosial yang dikelola kelompok tani Mina Bakti. Akses jalan ke tambak-tambak itu berupa jembatan gantung yang kecil dan sempit. Karena itulah saya ke sana dengan sepeda motor. Lebih setahun kemudian, akhir Januari lalu, saya datang lagi. Kali ini untuk ikut memanen udang yang dulu ditebar itu. Yang menggembirakan, untuk sampai ke tambak-tambak di Muara Gembong itu saya sudah melewati sebuah jembatan sepanjang 82 meter selebar lima meter yang membentang di atas Sungai Citarum. Panen udang melimpah, akses lebih mudah. Dulu saya bersepeda motor, sekarang ke sana dengan mobil. Kehadiran jembatan baru ini telah memudahkan proses produksi hingga pemasaran. Itu pula sebabnya, empat tahun terakhir, kita gencar membangun jembatan. Jika disambung-sambungkan, panjangnya 41.063 meter. Lebih dari 41 kilometer! Dari yang megah dan menjadi ikon daerah seperti Jembatan Holtekamp di Jayapura dan Jembatan Kali Kuto di ruas tol Batang-Semarang, sampai jembatan yang dibangun semata-mata untuk menunjang arus logistik, konektivitas transportasi, dan lain-lain.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR