KECELAKAAN PENERBANGAN

Jenazah Sala ditemukan, Nantes tagih cicilan pertama

Suporter FC Nantes membentangkan spanduk bergambar Emiliano Sala menjelang pertandingan Ligue 1 Prancis melawan Saint Etienne di Stadion La Beaujoire, Nantes (30/1/2019).
Suporter FC Nantes membentangkan spanduk bergambar Emiliano Sala menjelang pertandingan Ligue 1 Prancis melawan Saint Etienne di Stadion La Beaujoire, Nantes (30/1/2019). | Edward Boone /EPA-EFE

Pemain baru Cardiff City FC, Emiliano Sala (28), dipastikan tewas. Tubuh dalam reruntuhan pesawat yang ditemukan di dasar Selat Inggris, dikabarkan CNN (7/2/2019), berhasil diidentifikasi oleh tim koroner Kepolisian Dorset, Inggris, sebagai tubuh pesepak bola itu.

Pesawat ringan jenis Piper Malibu bernomor penerbangan N264DB itu hilang pada 21 Januari 2019 malam saat membawa Sala dari klub lamanya, FC Nantes di Prancis, menuju Cardiff, Wales, setelah segala urusan transfer selesai. Isi pesawat itu hanya Sala dan sang pilot, David Ibbotson (59).

Pesawat hilang kontak di tengah cuaca buruk dan baru dua pekan kemudian (3/2) badan pesawat berhasil ditemukan di dasar laut. Hanya satu jenazah ditemukan di dalamnya dan itu adalah Sala.

"Tubuh yang dibawa ke Pelabuhan Portland telah resmi diidentifikasi oleh HM Coroner for Dorset sebagai pesepak bola profesional Emiliano Sala," kata polisi Dorset. โ€œKeluarga Sala dan pilot David Ibbotson telah dikabari dan akan terus ditemani oleh petugas pendampingan keluarga yang terlatih."

Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai pemain sepak bola di dunia. Sebagian menyampaikannya melalui media sosial.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti dunia sepak bola, tersiar kabar yang terasa kontroversial. FC Nantes, klub lama striker asal Argentina tersebut, meminta Cardiff untuk segera membayar cicilan pertama dari transfer bernilai 15 juta poundsterling (Rp276 miliar) yang disepakati akan diangsur tiga kali.

The Guardian mengabarkan bahwa permintaan pembayaran dari Nantes itu ditegaskan dalam surat elektronik yang dikirimkan pada Kamis (31/1). Klub Prancis itu menggarisbawahi bahwa Cardiff belum membayar cicilan pertama sesuai dengan waktu yang disepakati.

Lima hari kemudian, Nantes kembali mengirim surat. Mereka menyatakan akan mengambil langkah hukum jika Cardiff tak juga membayar dalam 10 hari setelah surat itu diterima.

Nantes memang berhak untuk mendapatkan bayaran sesuai dengan perjanjian. Akan tetapi dalam situasi duka dan saat pencarian Sala masih dilakukan, permintaan tersebut agak mengagetkan.

Dalam wawancara singkat dengan harian Prancis, L'Equipe (6/2), Presiden Cardiff, Mehmet Dalman, mengiyakan saat ditanya soal datangnya tagihan dari Nantes itu, tetapi menolak berkomentar lebih banyak.

Ia menegaskan bahwa tak pernah ada dalam pikiran Cardiff untuk tidak membayar transfer tersebut. Hanya saja, lanjutnya, pembayaran baru akan dilakukan dalam waktu yang tepat. Dalman tak menjawab saat ditanya kapan waktu yang tepat itu.

Cardiff, menurut ESPN, berencana untuk tetap menghormati perjanjian transfer pemain tersebut. Pembayaran pertama mereka tangguhkan hingga penyelidikan terhadap kecelakaan itu selesai dilakukan.

Selain itu, Cardiff juga telah mengasuransikan salah setelah penandatanganan kontrak pada 19 Januari. Menurut The Guardian, seluruh pemain Cardiff telah diasuransikan dengan nilai 16 juta poundsterling per individu. Asuransi Sala telah didaftarkan pada 21 Januari pagi, beberapa jam sebelum kecelakaan itu terjadi.

Ahli hukum olahraga yang juga mantan kepala divisi status pemain FIFA, Gianpaolo Monteneri, kepada The Telegraph menyatakan, Cardiff terancam hukuman mulai dari peringatan keras hingga pengurangan poin di Liga Primer Inggris jika dinyatakan gagal menepati perjanjian.

"Ini adalah situasi yang amat sulit karena kita berbicara mengenai tragedi kemanusiaan dan sejumlah besar uang," ujar Monteneri.

Jika Cardiff tak membayar sesuai tenggat yang ditetapkan Nantes, ada kemungkinan kedua klub bakal terlibat dalam kasus hukum yang panjang. Masalah itu bakal diperumit oleh fakta bahwa klub Prancis lainnya, Bordeaux, berhak mendapat bagian dari uang transfer Sala.

Pemain kelahiran Santa Fe, Argentina, itu pernah membela Bordeaux pada 2012, lalu pindah ke Nantes tiga tahun kemudian. Dalam kontrak transfer tersebut terdapat klausa penjualan berikutnya (sell-on clause). Artinya, Bordeaux berhak mendapat bagian jika Nantes menjualnya ke klub lain. Bagian itu dikabarkan mencapai 50 persen dari harga jual.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR