MAFIA BOLA

Joko Driyono tersangka, PSSI bantah terkait pengaturan skor

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat akan menjalani pemeriksaan di Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Satgas Antimafia bola Polri menetapkan Joko sebagai tersangka pada Jumat (15/2).
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat akan menjalani pemeriksaan di Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Satgas Antimafia bola Polri menetapkan Joko sebagai tersangka pada Jumat (15/2). | Reno Esnir /Antara Foto

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjadi tersangka perusakan barang bukti pengaturan skor. Status Joko disampaikan Satgas Antimafia Bola Polri pada Jumat (15/2/2019).

Namun, Joko untuk sementara belum ditahan. Tapi Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi sudah mencegah Joko ke luar negeri (cekal). Polri pun akan memeriksa Joko dalam statusnya sebagai tersangka di Jakarta, Senin (18/2).

"Surat pencegahan ke luar Indonesia untuk Pak Joko Driyono dikirim ke Imigrasi, Jumat 15 Februari 2019," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Polri, Kombes Argo Yuwono, dalam Super Skor.

Polisi menjerat Joko dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

"Perusakan barang bukti," ucap Argo.

Penetapan status baru Joko sebagai tersangka menyusul penggeledahan apartemennya di Jakarta Selatan pada Kamis (14/2) malam. Polisi menyita sejumlah barang dari kediaman Joko.

Antara lain satu laptop, satu iPad, dokumen pertandingan, buku tabungan, uang tunai, empat bukti transfer uang, dan sembilan ponsel. "Kemarin malam itu hanya untuk mencari alat bukti, minimal ada dua alat bukti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dalam Kompas.com.

Joko menjadi tersangka ke-15 dalam kasus pengaturan skor yang diusut Satgas Antimafia Bola Polri. Dedi mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru selepas pemeriksaan Joko pada Senin nanti.

"Nanti sangat tergantung hasil pemeriksaan dari satgas dan audit barang bukti, kami sudah lakukan penyitaan di beberapa lokasi, kantor PSSI, Komisi Disiplin, dan termasuk di kantor dan kediaman saudara J, itu akan diaudit terus," ucapnya dikutip detikcom.

Namun begitu, PSSI justru membantah sang Plt Ketua Umum menjadi tersangka pengaturan skor. Melalui situs resmi PSSI, Ketua Komisi Hukum PSSI Gusti Randa mengatakan Joko menjadi tersangka karena melanggar garis polisi.

"Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasa umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu," katanya.

Gusti pun menyebutkan dalam kasus ini sudah ada tiga tersangka lain; M, MM, dan AG. Mereka semua bukan bagian dari PSSI.

"Jadi sekali lagi bukan terkait pengaturan skor dan tidak terkait dengan PSSI. Tetapi, lebih kepada pelanggaran pasal-pasal tersebut," papar Gusti.

Joko belum sebulan menjabat Plt Ketua Umum PSSI menyusul langkah mundur Edy Rahmayadi dari kursi PSSI 1, pada Januari lalu. Joko pun menjadi (Plt) Ketua Umum PSSI ketiga yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya, dua eks Ketua Umum PSSI pernah menjalani hukuman penjara. Pertama adalah Nurdin Halid dan kedua ialah La Nyalla Mattalitti. Keduanya dihukum saat masih menjabat Ketua Umum PSSI.

Status tersangka Joko pun membuat PSSI kembali menegaskan kekosongan kursi Ketua Umum. Itu sebabnya pertanyaan soal Kongres Luar Biasa (KLB) mengemuka.

Namun menurut Statuta PSSI, KLB hanya bisa digelar jika 2/3 anggota membuat permohonan secara tertulis --termasuk agendanya. Setelah itu KLB harus berlangsung tiga bulan setelah permintaan diajukan.

Jadi, "bola" kini berada di tangan para anggota --klub-klub di seluruh Indonesia. Bila permintaan KLB belum ada, Iwan Budiyanto yang sekarang menjadi Wakil Ketua Umum akan ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum yang baru.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR