KEBIJAKAN PRESIDEN

Jokowi akan angkat menteri muda dan bentuk kementerian baru

Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo (kiri) melayani ajakan swafoto pendukungnya usai pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo (kiri) melayani ajakan swafoto pendukungnya usai pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Jakarta, Jumat (26/7/2019). | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

Presiden petahana terpilih Joko "Jokowi" Widodo mulai membocorkan postur kabinetnya untuk masa pemerintahan lima tahun ke depan bersama Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Jokowi menegaskan penyusunan kabinet sudah selesai dan tinggal diumumkan ke publik.

Namun, Jokowi tidak menjelaskan kapan pengumuman bakal dilakukan. Tapi yang pasti secepatnya. "Bisa Agustus atau bisa juga Oktober saat pelantikan," katanya di sela makan siang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Selain itu, dalam suasana yang penuh tawa itu, Jokowi juga menyebutkan bahwa kabinetnya nanti akan berisi orang muda dengan usia di bawah 30-35 tahun. Menteri berusia muda ini pun tidak akan berjumlah satu orang.

Mereka juga akan ditempatkan di kementerian yang sudah ada, bukan bentukan baru. Jokowi sejak awal sudah menegaskan bahwa anak muda harus mendapat peran dalam kabinetnya nanti karena kalangan milenial sangat siap menghadapi perubahan.

Jokowi menegaskan para menterinya harus bisa bekerja dengan fokus dan terukur. Sang menteri juga dipilih karena punya kecepatan.

Khusus soal menteri berusia muda, Jokowi mengakui kesulitan menemukannya. Ia harus menyeleksi sekitar 60 nama kandidat di bawah usia 30 tahun.

Jokowi menilai mereka semua pintar dan hebat, tapi sebagian besar lemah dalam manajerial. " Tapi akhirnya dapat nama calon yang memang bagus, ya dimasukkan," sergah mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Namun, lagi-lagi Jokowi tidak menjelaskan siapa dan bagaimana sosoknya. Yang jelas, Ia sudah mempertimbangkan segalanya; profesional, partai politik, agama, etnis, dan jenis kelamin.

"Perkiraan saya 55 persen akan diisi oleh kalangan profesional dan 45 persen dari partai politik," ujar Jokowi usai menghadiri peringatan Hari Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8).

Jumlah menterinya nanti akan tetap sama seperti pada Kabinet Kerja saat ini, 34 orang. Jokowi juga memastikan bahwa kabinet belum tentu tetap sama seperti pada awal alias bisa terjadi perombakan (reshuffle) jika kinerja sang menteri di bawah ekspektasi.

Komposisi perempuan menteri pun akan tetap sama seperti Kabinet Kerja saat ini. Artinya jumlah delapan orang perempuan akan dipertahankan. "Jumlahnya bisa sama seperti sekarang," kata Jokowi.

Saat ini, perempuan menteri di bawah Jokowi - JK adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise.

Satu pos kementerian lain, Sosial, juga sempat diisi oleh perempuan. Namun, selepas mundurnya Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi Gubernur Jawa Timur, penggantinya tak pernah perempuan.

Terakhir, Jokowi memastikan ada perubahan nomenklatur dan bentuk kementerian. Jokowi menegaskan ada kementerian yang akan digabungkan dan ada yang baru.

Walau begitu, Jokowi meminta para jurnalis sabar apa bentuk atau nama kementerian itu. Tetapi kabar yang beredar menyebut ada dua kementerian baru, Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.

"Kita melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pemerintah ingin merespons itu secara cepat maka ada kementerian-kementerian baru," papar Jokowi.

Jokowi tentang Menteri mendatang /Beritagar ID
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR