UMKM

Jokowi ingin produk UMKM tembus pasar digital global

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), Ketua Dewan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (keempat kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019).
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), Ketua Dewan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (keempat kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terus mengembangkan produk kerajinan tangan hingga bisa menembus pasar global.

Menurutnya, produk yang ditampilkan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 ke-4 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Hall A Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, berkualitas tinggi. Pameran tersebut akan berlangsung hingga Minggu (14/7).

"Saya melihat ada lompatan dari sisi kualitas. Baik kemasan, brand (juga) saya lihat bagus, kemudian desain berubah sangat drastis," ungkap Jokowi kepada para jurnalis termasuk Ronna Nirmala dari Beritagar.id, Jumat (12/7/2019).

Produk berkualitas, sebut Jokowi, layak berkompetisi di pasar digital alias marketplace dalam negeri. Ia juga ingin semua produk UMKM bisa menembus marketplace global.

"Bukan hanya di Indonesia, tapi marketplace global. Langkah yang dilakukan BI ini sangat bagus, ada (proses) seleksi. Sehingga bisa menemukan produk berkualitas tinggi, dijual berapapun orang akan senang," jelasnya.

Keinginan Jokowi bukan tanpa alasan. Menilik data Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo), realisasi kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 mencapai 60,34 persen.

Artinya, meningkat 3,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan akan diprediksi meningkat 5 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2017, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mencatat kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 57,08 persen.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, melalui produk-produk kerajinan tangan yang berkualitas tersebut Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain. Ia mengakui, Indonesia belum mampu bersaing jika diukur dari segi kuantitas.

"Jangan masuk yang mass product, itu bersaing kita kalah dengan negara-negara yang sudah memproduksi secara massal. Yang benar ya seperti ini produk-produk handicraft. Handmade. Kekuatan kita ada di situ," tandasnya.

Pengunjung mengamati produk lurik ATBM dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019).
Pengunjung mengamati produk lurik ATBM dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Para peserta pameran produk UMKM binaan BI itu banyak yang sudah mengekspor produknya dengan menggunakan platform dagang digital.

Sebanyak 191 dari 898 UKM yang dibina BI, menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, telah mulai diekspor. Nilainya mencapai Rp1,4 triliun dalam setahun terakhir. Selain itu, lebih dari 355 UMKM sudah memasarkan produk mereka melalui media sosial dan platform e-commerce.

Dalam pameran tersebut, para pelaku UMKM juga dipertemukan dengan perbankan untuk mendapatkan akses pembiayaan, eksportir baik dalam dan luar negeri, hingga platform e-dagang dan fintech.

Catatan redaksi: Tulisan telah diedit ulang untuk memperjelas isi.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR