PRA-ASIAN GAMES 2018

Jokowi pun harus mengalah pada rombongan atlet Asian Games

Petugas kepolisian dari Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan simulasi antar jemput atlet Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (4/7/2018). Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui waktu tempuh atlet dari Wisma Atlet di Kemayoran hingga venue.
Petugas kepolisian dari Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan simulasi antar jemput atlet Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (4/7/2018). Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui waktu tempuh atlet dari Wisma Atlet di Kemayoran hingga venue. | Reno Esnir /Antara Foto

Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar simulasi rute pengawalan rombongan atlet Asian Games 2018 di Jakarta, Jumat (20/7/2018). Polisi ingin tahu waktu tempuh yang dibutuhkan para atlet dari Wisma Atlet di Kemayoran hingga ke arena pertandingan (venue).

Asian Games 2018 diadakan Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Agustus hingga 2 September. Di Jakarta, venue pertandingan tersebar luas. Sementara domisili atlet berada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam simulasi kemarin, polisi menggunakan rute Kemayoran ke enam venue--masing-masing adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur; Rawamangun, Jakarta Timur; Cibubur, Jakarta Timur; Pantai Ancol, Jakarta Utara; Pondok Indah, Jakarta Selatan; dan Bulungan, Jakarta Selatan.

Jarak dari Kemayoran menuju Senayan sekitar 12 km dan ke TMII mencapai 23 km. Bila rute ke Ancol hanya 6,5 km alias yang terdekat dari Wisma Atlet, maka rute ke Cibubur dan Pondok Indah adalah paling jauh karena sama-sama minimal 30 km--tergantung rute perjalanan yang dipilih.

Semestinya berapapun jaraknya tak masalah. Namun, Jakarta adalah kota yang paling terkenal dengan kemacetan lalu lintasnya. Bahkan kemacetan di Jakarta mengalahkan London (Inggris) dan New York (Amerika Serikat).

Pada simulasi di atas, polisi menggunakan 18 bus Transjakarta. Setiap tiga bus diantar ke masing-masing dari enam venue.

Kompas.com mengikuti simulasi ke Pondok Indah sebagai titik terjauh. Hasilnya, bus yang berangkat dari Wisma Atlet Kemayoran pada pukul 08.09 WIB dengan pengawalan dua sepeda motor (vooridjer) dan satu mobil polisi itu tiba di Pondok Indah pada pukul 08.38 WIB atau sekitar 29 menit.

Standar Olympic Council of Asia (OCA) adalah 34 menit. Jadi catatan waktu simulasi kemarin sudah memenuhi standar atau membaik dari simulasi tahap pertama di jalur sama pada Rabu (4/7) yang mencapai 42 menit.

Adapun jarak tempuh ke lima venue lain berdasarkan simulasi kemarin adalah Cibubur selama 31 menit, Ancol 12 menit, TMII 20 menit, Bulungan 20 menit, dan Rawamangun 18 menit. Jadi, seluruhnya sudah sesuai target dibanding simulasi pertama.

Direktur Transportasi Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc), Ipung Purnomo, mengatakan urusan antar jemput rombongan atlet dan ofisial dikerjakan bersama oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), serta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Ipung menjelaskan bahwa rombongan kontingan Asian Games akan berstatus prioritas utama. Siapapun harus berhenti ketika ada iringan bus pengantar kontingen Asian Games, termasuk Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Wakil Presiden Jusuf "JK" Kalla.

Ipung mengatakan Jokowi dan JK sebagai pucuk penanggung jawab lokal Asian Games 2018 pun sudah memberi izin. Dua pemimpin negara itu tak mau atlet terlambat tiba di venue lebih dari 15 menit sesuai jadwal semestinya.

"Jangan sampai karena ada pejabat lewat, atlet ini misalnya waktunya sudah mepet, tiba-tiba disetop dan akhirnya terlambat ke venue," ucap Ipung dikutip Tempo.co.

Urusan transportasi ini memang cukup pelik. Selain pengaturan ketat oleh Ditlantas Polda Metro Jaya sebelum rombongan lewat jalur tertentu, lalu lintas di Jakarta pun menetapkan aturan pelat nomor ganjil-genap setiap hari pada pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB (15 jam) sampai Asian Games 2018 berakhir.

BPTJ pun sedang menyiapkan rekayasa lalu lintas di 40 pintu jalan tol. Sebagian pintu akan ditutup permanen pada pukul 06.00-17.00 WIB.

Masing-masing adalah pintu tol Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, RS Harapan Kita, Slipi 2, Podomoro, Rawamangun, Pedati, Gedong Panjang 1, Jembatan Tiga 1, Kayu Besar 1, Rawa Buaya Selatan, Meruya Selatan, Joglo 1, Ciledug 3, dan Taman Mini.

Sementara pintu tol yang akan ditutup permanen pada pukul 12.00-21.00 WIB adalah Slipi 1, Jelambar 1, Angke 1, Jembatan Tiga 2, Gedong Panjang 2, Sunter, Kebon Nanas, Jatinegara, Ciledug 2, Joglo 4, Meruya Selatan 2, Kembangan Utara, Rawa Buaya Utara, Pluit 1, dan Taman Mini.

Adapun pintu tol yang bakal ditutup berkala (buka-tutup) adalah Gedong Panjang 1, Jelambar 2, Pejompongan, Tanjung Priok 1, Tanjung Priok 2, Cempaka Putih, UKI, dan Pulomas.

Pembaruan, Senin (23/7):

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, menegaskan kepada Beritagar.id, Jumat (20/7), bahwa rombongan Jokowi atau JK tidak akan berhenti. Memang benar bahwa dua Kepala Negara itu harus mengalah, tapi tidak sampai berhenti.

"Ketika jadwal perjalanan Presiden bentrok dengan agenda dan rute perjalanan kontingen Asian Games, Presiden akan dicarikan jalur alternatif," kata Bambang.

BACA JUGA