PILPRES 2019

Jumlah pemberitaan soal Jokowi dan Prabowo menyusut

Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (biru) dan Prabowo (merah) selama periode 4 Februari-8 Februari 2019.
Grafik jumlah pemberitaan media di Indonesia antara Jokowi (biru) dan Prabowo (merah) selama periode 4 Februari-8 Februari 2019. | Lokadata /Beritagar.id

Jumlah pemberitaan media daring di Indonesia soal Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo Subianto dalam kontes Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 menurun dibanding pekan lalu.

Pada periode 28 Januari hingga 1 Februari 2019, total berita dari sekitar 800 media daring di Indonesia yang menyebut keduanya mencapai 12,5 ribu. Namun, pada kurun Senin (4/2/2019) hingga Jumat (8/2/2019), pantauan mesin analisis konten Lokadata Beritagar.id menunjukkan jumlahnya anjlok hampir 50 persen menjadi 6.773 artikel.

Dan bila pada pekan lalu jumlah artikel soal Prabowo memepet total kabar tentang Jokowi, pekan ini komposisinya kembali berjauhan. Jokowi disebut dalam 4.428 artikel dan Prabowo ditulis dalam 2.545 artikel.

Namun begitu, pemberitaan soal Jokowi masih didominasi oleh statusnya sebagai Presiden RI. Uniknya, pemberitaan terbanyak pada pekan ini justru soal Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang foto bersama artis Nagita Slavina.

Jadi, nama Jokowi disebut dalam pemberitaan itu meski tak ada berita soal dirinya. Jumlah beritanya mencapai 12.

Namun, artikel terbanyak kedua (11 artikel) yang menyebut Jokowi adalah kabar dari panggung Pilpres. Isunya adalah tentang "serangan" Jokowi ke kubu kandidat pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Perbandingan jumlah pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) rentang 4 Februari-8 Februari 2019.
Perbandingan jumlah pemberitaan dan sebaran media antara Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) rentang 4 Februari-8 Februari 2019. | Lokadata /Beritagar.id

Sedangkan pemberitaan soal Prabowo tentu saja datang dari kontes Pilpres. Tetapi berita terbanyak adalah soal kunjungan Prabowo ke kediaman Ahmad Dhani, anggota tim suksesnya yang baru saja mendekam di penjara akibat kasus ujaran kebencian.

Adapun media yang paling banyak memberitakan kedua sosok capres masih tetap sama seperti sebelumnya. Mereka adalah jaringan Tribunnews, detikcom, dan kantor berita nasional Antaranews.

Jokowi tercatat disebut Tribunnews 566 kali, Antaranews 452 kali, dan detikcom 286 kali. Sedangkan Prabowo ada di berita Tribunnews 380 kali, detikcom 247 kali, dan Antaranews 179 kali.

Perlu diperhatikan, satu berita bisa saja sekaligus menyebut dua nama capres sekaligus. Jadi mereka berbagi popularitas dalam satu topik. Berikut dua berita teratas terkait Plpres 2019 yang paling banyak menyebut dua capres dalam sepekan terakhir.

Jokowi mulai menyerang

Jokowi mengejutkan sebagian kalangan karena menggelar serangan frontal saat berkampanye pekan ini. Maklum, selama ini Jokowi cukup tenang dalam menghadapi kritik, hoaks, atau kabar negatif tentang dirinya. Bahkan tak jarang ia hanya tersenyum.

Namun pada Selasa (5/2), Jokowi menegaskan bahwa kampanye harus ofensif ke kubu lawan agar suara tetap terjaga di masyarakat. Hal itu disampaikan eks-Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini di depan para pendukungnya.

Calon Presiden petahana Joko "Jokowi" Widodo mengenakan jaket #01JokowiBocaheDewe saat Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).
Calon Presiden petahana Joko "Jokowi" Widodo mengenakan jaket #01JokowiBocaheDewe saat Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Misalnya saat bertemu dengan para relawannya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Salah satu isu yang disampaikan adalah kubu capres nomor urut 02 menggunakan konsultan asing dengan memainkan strategi propaganda Rusia demi menyemburkan kebohongan kepada masyarakat.

"Kampanye kan perlu ofensif," ujar Jokowi selepas menghadiri peringatan ke-72 tahun HMI di kediaman Majelis Pembina Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Akbar Tandjung di Jakarta.

Jokowi menyatakan dirinya selama ini diam saja karena statusnya sebagai Presiden RI. Namun, sebagai capres, dirinya menilai ini saatnya untuk menjawab tudingan-tudingan kubu lawan.

Prabowo-Sandiaga pakai ribuan konsultan

Tudingan Jokowi terhadap pasangan nomor urut 02 soal penyewaan tenaga konsultan asing dibantah cawapres Sandiaga Uno. Sandi, sapaan akrabnya, menyatakan tak pernah menyewa konsultan asing.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/2/2019).
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/2/2019). | Putra Haryo Kurniawan /Antara Foto

Sandi, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan pihaknya memang memakai konsultan yang berada di 1.180 tempat. Sandi yang juga berlatar belakang pengusaha ini menyebut rakyat adalah konsultan terbaiknya.

"Kami mendapatkan masukan justru dari 1.180 titik yang sudah kami kunjungi di Indonesia. Justru itu konsultan kami yang terbaik," katanya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Sebaliknya, kubu Prabowo-Sandiaga justru mengembalikan tudingan dengan menyebut bahwa kelompok pasangan nomor urut 01 memakai konsultan asing Stanley Greenberg asal Amerika Serikat. Namun Jokowi menanggapi dengan santai. "Ah hoaks itu, nggak usah dijawab," katanya.

Polemik soal konsultan asing ini cukup bising sepanjang pekan ini. Kedua kubu saling melemparkan bantahan dan tudingan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR