KECELAKAAN TRANSPORTASI

Jumlah penumpang KM Santika Nusantara hampir 3 kali lipat dari manifes

Kapal Motor (KM) Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur. Kamis (22/8/2019) .
Kapal Motor (KM) Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur. Kamis (22/8/2019) . | Basarnas /Antara Foto

Badan SAR Nasional (BASARNAS) mengungkapkan jumlah penumpang Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, berjumlah hampir tiga kali lipat dari manifes.

"Terhitung hingga malam ini, Basarnas bersama tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 309 orang, artinya tidak sesuai dengan manifes awal," ujar Kepala Subdirektorat (Subdit) Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas Agus Haryono di Surabaya, Sabtu (24/8/2019), seperti dilaporkan Antaranews.

Informasi sebelumnya yang didapat dari manifes, jumlah penumpang hanya 111 orang yang terdiri dari 100 orang dewasa, 6 anak-anak, dan lima bayi. Sementara jumlah awak kapal 51 orang.

Kemudian, pihak KM Santika menjelaskan jumlah penumpang sebanyak 277 orang.

Dari total penumpang yang dievakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia. Dua berhasil diidentifikasi sementara satu lainnya masih menunggu investigasi. Jumlah ini bisa terus bertambah karena tim SAR gabungan masih terus mencari korban di sekitar perairan.

"Pencairan tidak hanya kami lakukan di laut, tetapi juga dipantau melalui udara menggunakan pesawat CN milik TNI AL," katanya.

Operasi SAR dilakukan selama tujuh hari, menurut Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor 22 Tahun 2009. Operasi dianggap selesai jika korban telah ditemukan atau diselamatkan serta hasil evaluasi tim SAR telah maksimal dan rasional untuk ditutup.

Meski demikian, operasi pencarian bisa terus dilakukan jika ada permintaan dari pemerintah daerah setempat, perusahaan atau pemilik kapal, atau dari pihak keluarga, dengan biaya dibebankan kepada pihak yang meminta.

Investigasi KNKT dimulai

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memulai investigasi penyebab kecelakaan KM Santika yang tenggelam saat perjalanan dari Surabaya menuju Balikpapan.

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2012 (File PDF), KNKT bertugas menginvestigasi transportasi kecelakaan dan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait atas temuan tersebut. Selain itu, KNKT juga harus melaporkan hasil investigasi langsung kepada presiden.

Proses investigasi dimulai dengan mengumpulkan data yang ditampung dari hasil wawancara awak kapal dan penumpang yang berhasil diselamatkan.

Seorang penumpang, Sujiman, bersaksi dirinya melihat kepulan asap kebakaran di tempat parkir motor dan mobil yang berada di dek kapal di lantai bawah, seperti laporan detikcom, Sabtu (24/8).

Sujiman sempat mengecek api ke bawah tetapi si jago merah sudah tinggi dan ia tak sanggup untuk bertahan di dek. Sejurus kemudian, ia buru-buru naik ke atas.

Awak kapal mulai berusaha memadamkan api, namun membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Setelah empat jam terombang-ambing di laut, kapal nelayan pun datang. Ia bersama keluarga dan penumpang lainnya buru-buru menyelamatkan diri ke kapal tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR