KARHUTLA

Kabut asap batalkan penerbangan dan konser Padi di Kaltim

Foto ilustrasi. Kabut asap menyelimuti Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9/2019).
Foto ilustrasi. Kabut asap menyelimuti Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9/2019). | Bayu Pratama S /Antara Foto

Empat maskapai penerbangan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), terpaksa membatalkan sembilan jadwal ke sejumlah bandar udara di Kalimantan. Sementara Bandara Kalimarau di Berau, Kaltim; dan Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), harus ditutup karena selimut kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sementara ini ada laporan sembilan jadwal penerbangan yang dibatalkan akibat cuaca buruk," kata Humas Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kaltim, Andanina Dyah Mega, Jumat (13/9/2019).

Bandara Sepinggan yang juga terkena dampak kabut asap dipenuhi ratusan penumpang menunggu kejelasan penerbangan seharian itu. Pada akhirnya, maskapai Wing Air mengumumkan pembatalan empat penerbangan rute tujuan Berau. Selanjutnya disusul Garuda Air dan Sriwijaya turut melakukan pembatalan rute penerbangan yang sama.

Totalnya terjadi delapan pembatalan penerbangan dengan calon penumpang mencapai 517 orang. Setelah itu, penerbangan rute Tanjung Selor pun turut dibatalkan.

Andanina mengatakan, maskapai terpaksa membatalkan penerbangan demi keselamatan penumpang. Otoritas bandara tujuan melaporkan memburuknya cuaca yang membatasi jarak pandang pilot pesawat.

"Dua bandara dilaporkan cuaca buruk yakni Berau dan Tanjung Selor. Bandara Kutai Barat juga terganggu asap, hanya saja tidak ada jadwal terbang ke sana," ungkapnya.

Pihak maskapai sudah mengembalikan biaya pembelian tiket penumpang. Mereka juga memperoleh penawaran penggantian jadwal penerbangan hari selanjutnya.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat kejadian ini," ujar Andanina.

Gangguan akibat kabut asap sudah terjadi sepanjang pekan ini. Beberapa kali, pengelola penerbangan di Bandara Sepinggan menerima beberapa laporan soal kabut asap di pedalaman Kalimantan.

"Sempat ada laporan asap di Tarakan, Bulungan, dan Kutai Barat," papar Manager Umum Bandara Sepinggan, Farid Indra Nugraha.

Hanya saja, saat itu belum berdampak negatif terhadap jadwal penerbangan. Pilot pesawat masih memandang wajar tingkat ketebalan kabut asap.

"Bandara di sini mayoritas masih mengandalkan kemampuan pilot pesawat, bandara belum dilengkapi peralatan pemandu pendaratan otomatis," papar Farid.

Untungnya pula, permasalahan asap ini hanya dialami bandara tertentu di pedalaman. Bandara Internasional Sepinggan tidak terlalu mengkhawatirkan kabut asap.

Selain diperlengkapi peralatan canggih, Sepinggan tepat berada di samping pantai. "Kabut asap biasanya hilang terkena angin laut, kebetulan bandara di sini bersebelahan dengan pantai," ungkap Farid.

Padi jadwal ulang konsernya

Sementara itu, pembatalan penerbangan di Bandara Sepinggan turut berimbas terhadap band terkenal Padi. Band asal Surabaya ini adalah penumpang pesawat tujuan Berau.

Melalui video yang diterima Beritagar.id, gitaris Piyu sebagai pentolan Padi meminta maaf karena batal menghadiri konser bertajuk Harmoni Cinta Undian Tabungan Bankaltim Kaltara 2019 di Berau pada Jumat (13/9) malam.

"Kami masih tertahan di Balikpapan," ungkapnya.

Selain Piyu, ban yang beranggotakan Rindra, Fadly, Ari, dan Yoyo ini sejatinya siap terbang ke Berau dari Balikpapan. Apa daya, jadwal penerbangan mereka dibatalkan mendadak gara-gara kabut asap.

Piyu lebih lanjut berharap cuaca segera membaik agar bandnya bisa terbang ke Berau. Apalagi Padi menjadi band utama di acara tersebut.

Absennya Padi dibenarkan panitia di Berau. Mereka memang mempersiapkan kehadiran Padi di acara puncak Bankaltim Kaltara. "Semestinya mereka konser malam ini di acara undian tabungan sekaligus hari ulang tahun Berau," papar panitia acara, Gunawan, Jumat (13/9) malam.

Akhirnya acara seremoni bank ini tetap berjalan tanpa kehadiran Padi. Namun demikian, Gunawan enggan menyalahkan personel Padi karena ia menuturkan penyebabnya adalah faktor alam yang sulit dihindari.

"Bukan keinginan mereka pula ada asap menganggu penerbangan ke Berau," paparnya.

Lagi pula panitia dan manajemen bersepakat menjadwal ulang waktu konser Padi. Para penggemar Padi di Berau pun memaklumi kendala idolanya.

"Jadwalnya akan diubah manggung pada hari Minggu nanti, semoga cuaca sudah cerah sehingga bisa terbang ke sini," tutur Gunawan.

Asap kebakaran hutan memang mengganggu warga Berau sepekan terakhir. Asap menyebabkan sesak pernapasan dan perih pandangan mata.

"Saya keluar ruangan selalu mengenakan masker penutup hidung. Asapnya sudah mulai menganggu," keluh warga Berau, Anisa.

Anisa mengaku harus membatasi seluruh aktivitas hariannya di luar ruangan. Selepas bekerja di kantor perusahaan tambang, ia pun bergegas pulang agar kesehatannya tidak terganggu asap.

"Setelah mencari makan terus pulang ke rumah, syukur saja masih sehat hingga sekarang,” ujarnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR