SOROTAN MEDIA

Kalangan DPR tolak wacana rektor impor

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melambaikan tangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Nasir mewacanakan perekrutan rektor asing untuk kampus nasional.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melambaikan tangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Nasir mewacanakan perekrutan rektor asing untuk kampus nasional. | Reno Esnir /Antara Foto

Rencana pemerintah untuk mengimpor rektor kemungkinan besar bakal mentok. Kalangan DPR dengan tegas menolak rencana yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing itu.

Wacana rektor impor disuarakan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, di Semarang, pekan lalu (22/7/2019). Menurut Nasir, rektor asing bisa mendongkrak kualitas sekolah tinggi di Indonesia.

Antara lain Nasir memberi contoh Singapura, Taiwan, Tiongkok, dan Arab Saudi yang membuka pintu untuk rektor asing. Namun, rencana sejak Juni ini sudah ditolak berbagai kalangan.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai Indonesia tidak butuh rektor asing karena sudah punya banyak akademisi yang bagus. Sementara penolakan terbaru datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Rabu (31/7).

Ringkasan

  • Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta Nasir mengkaji ulang rencana mengundang rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Hetifah khawatir ini jadi preseden merekrut presiden asing.
  • Nasir mengatakan perekrutan rektor impor akan mendongkrak peringkat kampus negeri Indonesia di dunia. Secara bertahan pemerintah ingin naik dari 200 besar hingga 100 besar.
  • Wakil Ketua Komisi X Reni Marlinawati menyatakan wacana rektor asing mengusik rasa kebangsaan.
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan apakah Nasir memiliki konsep atau tidak dalam membangun kampus kelas dunia di Indonesia.
  • Fahri menegaskan para pakar dan ilmuwan Indonesia sanggup menjadi rektor dan membawa kampus lokal ke level dunia jika diberikan kesempatan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh detik.com dengan 5 pemberitaan, diikuti peringkat kedua jpnn.com dan covesia.com dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 12:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 08:00 WIB dengan total 5 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 363 interaksi, diikuti peringkat kedua cnnindonesia.com dengan 270 interaksi. Selanjutnya prokal.co dengan 79 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR