SOROTAN MEDIA

Kalimat ''Poso siap penggal Pak Jokowi'' didalami penyidik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kanan) dan Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) menunjukkan foto tersangka HS saat memberi keterangan terkait kasus video dugaan makar dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kanan) dan Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) menunjukkan foto tersangka HS saat memberi keterangan terkait kasus video dugaan makar dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019). | Reno Esnir/aww /ANTARA FOTO

Penyidik Polda Metro Jaya, terus menelisik kaitan Hermawan Susanto tersangka pengancam Jokowi, dengan kelompok teroris Poso. Musababnya, saat penyidik mencermati kalimat yang diucapkan HS dalam video yang viral di media sosial itu, ada kalimat: Poso siap penggal kepala Pak Jokowi.

Pengungkapan siapa sesungguhnya jati diri Hermawan Susanto ini menjadi sorotan media pada Senin (13/5/2019). Sepanjang hari sebanyak 28 media menuliskan topik ini dalam 128 berita, dengan amplifikasi belasan ribu di media sosial.

Ringkasan

  • Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya masih menelusuri latar belakang Hermawa Susanto, pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo.
  • Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pihaknya masih mendalami hubungan HS dengan kelompok di Poso. Meskipun diketahui HS berdomisili di Palmerah.
  • Dalam video berdurasi 1.34 detik, Hermawan sempat mengucapkan: "Poso siap penggal kepala pak Jokowi,"
  • HS yang beralamat di Palmerah, Jakarta Barat, ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor.
  • Tersangka dikenakan pasal ancaman pembunuhan Pasal 104 KUHP dan atau 110 KUHP, dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
  • Tersangka juga dijerat dengan Pasal 336, Pasal 27 ayat 4 UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidananya penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 39 pemberitaan, diikuti peringkat kedua antaranews.com dengan 10 pemberitaan. selanjutnya kompas.com dengan 7 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 21:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 16:00 WIB dengan total 17 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah sebaran pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh kompas.com dengan 23280 sebaran, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 11206 sebaran. Selanjutnya suara.com dengan 3614 sebaran pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR