SAMPAH PLASTIK

Kantong plastik di palung terdalam, Mariana

Kapal ''Limiting Factor'' di permukaan air setelah menyelami Palung Puerto Rico.
Kapal ''Limiting Factor'' di permukaan air setelah menyelami Palung Puerto Rico. | Richard Varcoe /Caladan Oceanic LLC/Wikimedia Commons

Berangkat untuk memecahkan rekor dunia untuk penyelaman terdalam, Victor Vescovo pulang membawa kantong plastik dan bungkus permen yang ditemukannya di Palung Mariana.

Palung Mariana adalah tempat terdalam di dasar Samudra Pasifik. Lokasinya di antara Jepang dan Australia.

Dalam angka, kedalaman Palung Mariana mencapai 10.911 meter (35.798 kaki). Bahkan lebih dalam dari tingginya Gunung Everest.

Vescovo, adalah seorang penjelajah bawah laut asal Amerika Serikat. Ia menghabiskan empat jam menjelajahi Challenger Deep, di ujung selatan Palung Mariana.

Pengusaha asal Dallas ini sedang melakoni misi, memetakan tempat-tempat bawah laut terdalam di dunia. Menelusuri kedalaman palung Mariana, Vescovo memecahkan rekor penyelaman solo terdalam sepanjang sejarah.

Menyelam hingga hampir 11 kilometer, Vescovo mengalahkan rekor yang dipegang sutradara Titanic, James Cameron pada 2012. Challenger Deep, pertama kali dieksplorasi pada tahun 1960 oleh ahli kelautan Don Walsh dan Jacques Piccard dengan kapal selam Bathyscaphe Trieste.

"Saya menelusuri penjuru dasar laut, mencari berbagai satwa liar, formasi geologi atau batuan yang berpotensi unik, benda buatan manusia, dan ya, mencoba untuk melihat apakah ada lokasi yang lebih dalam daripada yang ditelusuri Trieste pada tahun 1960," jelas Vescovo.

BBC melaporkan, penyelam andal ini menemukan empat spesies makhluk laut baru.

Ada sejenis udang yang disebut amphipoda, cacing sendok pada kedalaman 7 ribu meter, dan ikan siput merah muda pada kedalaman 8 ribu meter. Mereka juga menemukan singkapan batu berwarna cerah, kemungkinan diciptakan oleh mikroba di dasar laut.

Vescovo dan tim selam juga mengumpulkan sampel batu-batuan dari dasar laut. Namun, ada penemuan tak menyenangkan dalam peristiwa bersejarah ini.

Vescovo melihat kantong plastik dan bungkus permen di dasar laut terdalam. "Sangat mengecewakan melihat kontaminasi manusia yang sangat jelas di titik terdalam laut," keluh Vescovo.

Ia berharap, penemuan sampah plastik di Palung Mariana bisa meningkatkan kesadaran orang soal buang sampah di laut. Lebih dari itu, Vescovo berharap pemerintah di berbagai negara bisa menerapkan regulasi dengan tegas, atau membuat regulasi baru untuk mendukung kebersihan laut.

"Laut bukan tempat pembuangan sampah besar, walaupun sekarang diperlakukan demikian," tegasnya.

Menurut Stepanie Fitzherbert, juru bicara ekspedisi, tim ilmuwan sedang melakukan penelitian terhadap temuan tersebut.

Sebuah penelitian pada awal 2019 mengambil sampel amphipoda di enam palung laut dalam, termasuk Mariana. Terungkaplah, semua makhluk ini mencerna mikroplastik.

Penelitian lain yang dirilis pada Oktober 2018 mendokumentasikan temuan kantong plastik di Palung mariana. Para ilmuwan menemukannya dengan melihat Database Puing-puing Laut Dalam, kumpulan foto dan video yang diambil dari 5.010 penyelaman selama 30 tahun sebelumnya.

Dari puing-puing yang bisa diklasifikasikan tercatat dalam basis data, plastik adalah yang paling umum, dan kantong plastik khususnya merupakan sumber sampah plastik terbesar. Puing-puing lain berasal dari bahan seperti karet, logam, kayu, dan kain.

Sebanyak 89 persen plastik dalam penelitian ini adalah jenis sekali pakai seperti botol air plastik atau peralatan sekali pakai.

Ini berarti, sampah manusia telah menyebar dari puncak Gunung Everest, ke sebagian besar tanah dan sungai-sungai di penjuru dunia. Bahkan kini sampai ke tempat-tempat terdalam di lautan.

Penjelajahan Vescovo dan tim dengan kapal selam The Limiting Factor, merupakan bagian dari eksplorasi laut yang difilmkan untuk Discovery Channel dengan judul The Five Deeps Expedition.

Misi ekspedisi ini adalah pemetaan sonar secara rinci di lima titik laut terdalam. Selain Palung Mariana, mereka juga menjelajahi Palung Puerto Rico Samudra Atlantik, Palung South Sandwich Atlantik Selatan, dan Palung Jawa di Samudra Hindia.

Tim ekspedisi akan melanjutkan misi ke dasar Molloy Deep yang belum dijelajahi di Samudra Arktik. Rencananya misi ini akan rampung pada Agustus 2019.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR