KECELAKAAN TRANSPORTASI

Kapal penumpang terbakar di Perairan Bokori Sultra, 7 meninggal

Sejumlah warga membantu memindahkan barang yang tidak terbakar saat terjadi peristiwa kebakaran Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori di Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/8/2019).
Sejumlah warga membantu memindahkan barang yang tidak terbakar saat terjadi peristiwa kebakaran Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori di Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/8/2019). | Basarnas /Antara Foto

Sebuah kapal penumpang bermuatan puluhan orang tujuan Kendari-Salabangka terbakar habis di sekitaran Pulau Bokori, Kabupaten Konawa, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/8/2019) malam. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, dan lima orang penumpang dilaporkan hilang.

Kapal bernama KM Izhar terbakar pada bagian mesin pukul 00.30 Wita di perairan Bokori. Api dengan cepat menjalar dan menyambar berbagai barang muatan.

Insiden ini membuat penumpang panik dan segera berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Basarnas menyebut kapal dengan tonase 89 GT ini bermuatan 72 orang.

Irwan (41), korban selamat menuturkan, kapal berangkat dari pelabuhan Kendari sekitar pukul 22.00 menuju Salabangka di Morowali, Sulawesi Tengah. Tidak berapa lama setelah kapal meninggalkan pelabuhan, ia tertidur di bagian tengah kapal.

"Tiba-tiba ada yang teriak kebakaran. Api mulai terlihat dari bagian belakang. Semuanya panik, berusaha ke depan. Orang-orang mulai lompat ke laut," ucap Irwan diberitakan oleh harian Kompas.

Ia juga segera melompat ke laut dan berusaha berenang. Lokasi kebakaran yang masih di sekitar pulau cukup menolong warga untuk berenang karena situasi masih cukup terang. Ayah dua anak ini berenang ke arah keramba. Sekitar 30 menit kemudian, warga setempat datang menolong dengan menggunakan perahu.

Humas Search and Rescue (SAR) Kota Kendari, Wahyudi, mengatakan saat ini sejumlah penumpang yang selamat mendapatkan perawatan intensif dari Puskesmas Toronipa.

Menurut Wahyudi, SAR menerima laporan kapal terbakar ini sekitar pukul 00.30 dini hari dari masyarakat setempat. Kemudian mereka menurunkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit perahu karet.

"Kami masih mencari 4 penumpang yang dinyatakan hilang. Total yang kami evakuasi jumlahnya ada 68 orang. Targetnya kami bisa menemukan korban hari ini juga," kata Wahyudi dilansir dari Tempo.co.

Kepala Polsek Toronipa Iptu Iyan Sopian mengatakan, total korban meninggal hingga Sabtu pukul 09.00 Wita adalah tujuh orang. Korban terdiri dari empat orang perempuan, dua anak-anak, dan seorang lelaki.

"Untuk jumlah total penumpang yang hilang belum bisa kami pastikan karena manifest kapal belum jelas. Jelasnya kami lakukan evakuasi dulu, dan menyelamatkan warga," terangnya.

Selain itu, tambah Iyan, pihaknya juga telah menahan lima orang awak kapal, termasuk kapten kapal bernama Abdul Razak. Saat ini semua awak sedang diperiksa intensif untuk dimintai keterangan.

Kasus kecelakaan kapal kerap menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Beberapa kali, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan agar kapal yang beroperasi di perairan Indonesia memperhatikan keselamatan penumpang, termasuk ketersediaan alat keselamatan yang memadai.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR